Headline

Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.

IHSG Menguat 2,75 Persen, Sentimen Fiskal dan Asing Jadi Penopang

Insi Nantika Jelita
26/3/2026 10:19
IHSG Menguat 2,75 Persen, Sentimen Fiskal dan Asing Jadi Penopang
Ilustrasi--Pengunjung melintas di depan layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/2/2026)(MI/Usman Iskandar)

INDEKS harga saham gabungan (IHSG) mencatat penguatan signifikan sebesar 2,75% ke level 7.302, didorong oleh kombinasi sentimen fiskal domestik yang positif serta masuknya aliran dana asing.

Analis pasar modal sekaligus founder Republik Investor Hendra Wardana mengungkapkan, bursa Asia yang mayoritas menguat menjadi katalis positif, ditambah dengan masih masuknya dana asing meskipun dalam jumlah yang belum terlalu besar. 

Dari sisi domestik, wacana pemangkasan anggaran makan bergizi gratis (MBG)  menjadi sentimen positif bagi pasar karena memberikan sinyal bahwa pemerintah tetap menjaga disiplin fiskal sehingga kekhawatiran terhadap pelebaran defisit APBN bisa sedikit mereda. 

"Bagi investor, stabilitas fiskal sangat penting karena akan menjaga stabilitas rupiah, imbal hasil obligasi, serta menjaga rating kredit Indonesia tetap stabil, sehingga pada akhirnya mendukung iklim investasi di pasar saham," kata Hendra dalam keterangan resmi, Kamis (26/4).

Namun demikian, di tengah penguatan IHSG, Hendra mengatakan nilai tukar rupiah yang masih berada di kisaran Rp16.900 per dolar AS menunjukkan tekanan eksternal masih belum sepenuhnya hilang. 

Kenaikan harga emas dan penurunan harga minyak dunia juga mencerminkan bahwa pasar global masih berada dalam fase risk on yang belum sepenuhnya kuat, sehingga aliran dana asing ke emerging market seperti Indonesia masih cenderung selektif. 

"Oleh karena itu, pergerakan IHSG dalam jangka pendek masih akan sangat dipengaruhi oleh pergerakan dana asing dan nilai tukar rupiah," jelasnya.

Untuk perdagangan besok, secara teknikal IHSG berpotensi melanjutkan penguatan dan menguji area MA10 di kisaran 7.339 serta resistance psikologis di level 7.400. 

Jika IHSG mampu menembus area tersebut dengan volume yang meningkat, maka ada peluang IHSG bergerak menuju area 7.450–7.500 dalam jangka pendek. Namun jika gagal menembus 7.400, maka IHSG berpotensi bergerak konsolidasi terlebih dahulu di kisaran 7.200–7.400.

Secara keseluruhan, Hendra menilai strategi yang dapat digunakan investor dalam kondisi pasar saat ini adalah trading mengikuti saham-saham yang sedang mengalami akumulasi asing dan memiliki momentum kenaikan, karena dalam kondisi pasar yang masih dipengaruhi sentimen global, saham-saham dengan likuiditas tinggi dan memiliki katalis sektoral biasanya akan menjadi pilihan utama investor, khususnya investor asing dan institusi. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya