Headline

Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.

Pasca-Libur Panjang, IHSG Diproyeksi Menguat Terbatas

Insi Nantika Jelita
25/3/2026 11:17
Pasca-Libur Panjang, IHSG Diproyeksi Menguat Terbatas
Ilustrasi(MI/Usman Iskandar)

INDEKS harga saham gabungan (IHSG) diproyeksikan menguat secara terbatas pada awal perdagangan pasca libur panjang Nyepi dan Lebaran. Penguatan ini didorong oleh sentimen positif dari pasar global yang cenderung stabil selama periode libur, serta peluang terjadinya technical rebound setelah sebelumnya investor melakukan aksi profit taking. 

Analis pasar modal sekaligus founder Republik Investor Hendra Wardana menuturkan, jika melihat kondisi global selama libur panjang, pasar saham Amerika Serikat (AS) dan Asia cenderung menguat seiring meredanya tensi geopolitik dan mulai stabilnya harga energi, sehingga kondisi ini menjadi sentimen positif awal bagi pasar saham Indonesia. 

Secara historis, IHSG disebut memiliki kecenderungan mengalami technical rebound setelah libur panjang Lebaran karena sebelum libur panjang biasanya investor melakukan profit taking dan wait and see, sehingga setelah libur berakhir terjadi aliran dana yang kembali masuk ke pasar. 

"Dengan kondisi tersebut, IHSG berpotensi bergerak menguat pada awal pembukaan pasca libur, namun penguatan tersebut diperkirakan masih bersifat terbatas," ujar Hendra dalam keterangan yang diterima Media Indonesia, Rabu (25/3).

Pergerakan IHSG, lanjutnya, juga cenderung berada dalam fase konsolidasi dengan potensi menguji area resistance di kisaran 7.150–7.200. Indeks saham pun menguat 0,88% dengan berada di level 7.169 pada hari ini pukul 10.36 WIB. 

Hendra menambahkan, dari sisi pelaku pasar, perlu mewaspadai risiko eksternal. Apabila tensi geopolitik kembali memanas, terjadi lonjakan harga energi, atau kebijakan suku bunga bank sentral AS, The Fed kembali lebih ketat dari ekspektasi pasar, maka IHSG berpotensi kembali tertekan.

"Dan menguji area support psikologis di level 7.000, yang saat ini menjadi level kunci untuk menjaga tren IHSG tetap berada dalam fase konsolidasi yang sehat," tuturnya.

Pergerakan pasar pada pekan ini juga sangat mungkin akan merespon perkembangan global yang terjadi selama libur panjang, termasuk pergerakan harga komoditas seperti emas dan energi. Penurunan harga emas biasanya mengindikasikan tingkat kekhawatiran pasar mulai menurun dan investor kembali masuk ke aset berisiko seperti saham, sehingga hal ini menjadi sentimen positif bagi pasar saham. 

Namun demikian, Hendra menyebut pasar Indonesia kemungkinan tidak akan langsung bergerak agresif karena investor masih akan melihat perkembangan lanjutan dari kondisi global, terutama terkait arah suku bunga The Fed dan stabilitas geopolitik. 

"Oleh karena itu, pergerakan IHSG pada pekan ini lebih berpotensi bergerak dalam pola technical rebound namun dengan volatilitas yang masih cukup tinggi," katanya.

Perkiraan tersebut karena pasar masih berada dalam fase penyesuaian terhadap berbagai sentimen global yang berkembang selama libur panjang.

Dari sisi likuiditas transaksi, volume dan nilai transaksi perdagangan pada pekan ini diperkirakan masih relatif terbatas karena suasana libur Lebaran secara psikologis masih terasa dan belum semua pelaku pasar kembali aktif secara penuh, terutama investor institusi. Kondisi ini, terang Hendra, biasanya menyebabkan pergerakan indeks menjadi lebih mudah naik maupun turun karena likuiditas yang belum terlalu besar, sehingga investor perlu lebih selektif dalam memilih saham dan tidak terlalu agresif dalam melakukan transaksi jangka pendek. 

Dalam kondisi seperti ini, strategi yang lebih tepat bagi investor adalah melakukan akumulasi secara bertahap pada saham-saham yang memiliki fundamental baik, kinerja stabil, dan likuiditas tinggi, serta memanfaatkan momentum technical rebound untuk saham-saham yang sebelumnya sudah mengalami koreksi cukup dalam sebelum libur panjang.

Untuk strategi investor yang ingin kembali masuk ke pasar, pendekatan yang dapat dilakukan adalah buy on weakness secara bertahap, bukan langsung melakukan pembelian dalam jumlah besar sekaligus. Investor juga sebaiknya fokus pada saham-saham yang memiliki katalis positif, baik dari sisi kinerja, aksi korporasi, maupun sektor yang diuntungkan dari stabilisasi kondisi global seperti sektor media, investasi, dan consumer. 

Selain itu, investor juga diminta memperhatikan pergerakan dana asing karena biasanya setelah libur panjang arah IHSG akan sangat dipengaruhi oleh apakah investor asing melakukan net buy atau net sell. Jika terjadi net buy asing, maka peluang IHSG untuk melanjutkan penguatan akan semakin besar. (Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya