Headline

Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.

IHSG Melemah Ikuti Bursa Asia, Pelaku Pasar Pelototi AS-Iran

Media Indonesia
30/3/2026 17:13
IHSG Melemah Ikuti Bursa Asia, Pelaku Pasar Pelototi AS-Iran
Ilustrasi.(Freepik)

INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (30/3) sore ditutup turun mengikuti pelemahan bursa saham kawasan Asia. Pelaku pasar mencermati eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran.

IHSG ditutup melemah 5,39 poin atau 0,08 persen ke posisi 7.091,67. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 1,47 poin atau 0,20 persen ke posisi 717,49.

"Indeks saham di Asia Senin sore ditutup melemah seiring meningkatnya konflik di Timur Tengah yang memasuki pekan kelima meskipun ada upaya untuk menemukan solusi diplomatik," sebut Tim Riset Phillip Sekuritas Indonesia dalam kajiannya di Jakarta, Senin.

Dari mancanegara, kelompok Houthi di Yaman mengatakan bahwa mereka menembakkan rudal ke Israel. Ini menandai keterlibatan langsung pertama mereka dalam perang AS dan Israel melawan Iran.

Dalam unggahan di X, juru bicara Houthi Yahya Saree mengatakan kelompok Houthi meluncurkan rentetan rudal balistik ke tempat-tempat yang mereka sebut sebagai situs militer Israel sensitive. Ini sebagai dukungan kepada Iran dan pasukan Hizbullah di Libanon.

Serangan tersebut menandai eskalasi lebih lanjut dalam konflik yang dimulai dengan serangan udara AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026.

Dari dalam negeri, pemerintah tengah merancang skema efisiensi anggaran hingga WFH sebagai langkah mitigasi untuk meminimalisasi dampak kenaikan harga minyak mentah terhadap APBN dan ekonomi domestik.

Pemerintah mengidentifikasi ada tiga sektor yang rentan terdampak, yaitu stabilitas energi, rantai pasok global dan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

Beberapa langkah untuk menekan impor migas ialah penghematan energi dan penguatan mandat Biodiesel 50 persen (B50).

Rencana kebijakan pemerintah itu sebagai upaya untuk tidak menaikkan harga BBM subsidi yang akan berdampak luas terhadap inflasi serta opsi agar tidak terjadi pelebaran defisit APBN.

Namun demikian, untuk BBM nonsubsidi diperkirakan berpotensi akan mengalami kenaikan pada saat penyesuaian harga bahan bakar bulanan diumumkan di 1 April 2026.

Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tujuh sektor menguat dipimpin energi yang naik sebesar 2,31 persen diikuti transportasi & logistik dan barang konsumen nonprimer yang masing-masing naik sebesar 1,45 persen dan 1,23 persen.

Sedangkan empat sektor melemah yaitu keuangan turun paling dalam sebesar 1,28 persen diikuti barang baku dan properti yang masing-masing turun sebesar 0,56 persen dan 0,48 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu GSMF, NZIA, RGAS, AGII, dan YPAS. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni PTSN, FMII, FITT, BBLD, dan ASSA.

Frekuensi perdagangan saham tercatat 1.669.544 kali transaksi dengan jumlah yang diperdagangkan sebanyak 25,12 miliar lembar senilai Rp14,94 triliun. Nilai sebanyak 272 saham naik, 403 saham menurun, dan 149 tidak bergerak.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei melemah 2.558,57 poin atau 2,92 persen ke 51.814,50, indeks Shanghai menguat 9,56 poin atau 0,24 persen ke 3.923,29, indeks Hang Seng melemah 201,09 poin atau 0,81 persen ke posisi 24.750,79, dan indeks Straits Times melemah 0,92 poin atau 0,02 persen ke posisi 4.897,26. (Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya