Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

IHSG Hari Ini 20 Januari 2026: Menguat Tipis di Tengah Pelemahan Bursa Asia

Media Indonesia
20/1/2026 17:39
IHSG Hari Ini 20 Januari 2026: Menguat Tipis di Tengah Pelemahan Bursa Asia
Ilustrasi.(MI/Susanto)

INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa 20 Januari 2026 sore, ditutup menguat tipis di tengah pelemahan mayoritas bursa saham kawasan Asia. IHSG naik 0,83 poin atau 0,01 persen ke posisi 9.134,70, sementara indeks LQ45 justru terkoreksi 0,98 persen ke level 884,38.

Laju indeks hari ini dipengaruhi oleh faktor domestik dan eksternal. Dari dalam negeri, pelaku pasar sedang mencermati momentum awal tahun serta menanti arah kebijakan moneter dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia.

“IHSG melanjutkan penguatan di tengah potensi momentum January Effect. Di sisi lain, pelaku pasar mulai memposisikan diri menjelang keputusan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI),” sebut Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.

RDG Bank Indonesia yang berlangsung pada 20-21 Januari 2026 menjadi fokus utama investor untuk melihat langkah bank sentral dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan kebijakan makroprudensial lainnya.

Berbeda dengan IHSG, bursa regional Asia justru memerah. Sentimen negatif datang dari ancaman Presiden AS Donald Trump yang akan memberlakukan tarif baru terhadap negara-negara Eropa mulai 1 Februari 2026 terkait proposal pembelian Greenland. Kondisi ini memicu kekhawatiran perang dagang baru antara AS dan Uni Eropa.

Selain itu, ketidakpastian politik di Jepang setelah PM Sanae Takaichi berencana membubarkan parlemen, serta keputusan Bank Sentral China (PBoC) yang mempertahankan suku bunga LPR di level 3,0 persen, turut menambah tekanan di pasar kawasan.

Secara sektoral, delapan sektor di BEI berhasil menguat. Sektor barang baku memimpin kenaikan sebesar 2,49 persen, disusul sektor barang konsumen nonprimer naik 2,08 persen. Sebaliknya, sektor transportasi dan logistik mencatat pelemahan terdalam sebesar 0,42 persen.

Data perdagangan menunjukkan frekuensi transaksi mencapai 3.942.175 kali dengan volume 72,40 miliar lembar saham senilai Rp29,78 triliun. Sebanyak 336 saham menguat, 323 saham menurun, dan 143 saham stagnan.

Di pasar regional, indeks Nikkei melemah 1,03 persen, Hang Seng turun 0,29 persen, dan Strait Times terkoreksi 0,14 persen pada penutupan perdagangan sore ini. (Ant/H-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya