Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
CHIEF Investment Officer Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Pandu Sjahrir turut menanggapi pembukaan perdagangan saham di hari pertama pekan ini. Ia menyebut indeks harga saham gabungan (IHSG) memang menurun. Namun ia melihat sisi positif pada net foreign buy di sesi pertama.
Selain itu, katanya, memang banyak retail melihat banyak saham yang uninvestability atau saham-saham dengan valuasi yang sangat tinggi mengalami koreksi. Namun, saham-saham yang fundamental malah mengalami net buy dan positif.
"Jadi ini menarik juga kalau lihat top 10, top 15 buy, top 10, top 15 sell, seperti yang kita bicarakan hari Minggu kemarin malah memang sekarang mulai terjadi," kata Pandu di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/2).
"Jadi banyak sekali kalau dilihat observasi awal dari sisi retail melihat saham-saham yang memiliki valuasi yang mungkin amat tinggi atau bahasanya uninvestable itu yang mengalami koreksi, mungkin akan mengalami koreksi alam," paparnya.
Sementara, lanjut Pandu, saham-saham yang memiliki fundamental yang baik, yang positif, kebanyakan malah institusi yang membeli. Menurutnya, dalam beberapa hari ke depan publik akan melihat tren ini.
"Jadi saya sih melihatnya sesuatu yang enggak perlu dikhawatirkan. Kita harus lihat balik ke fundamental, ke valuasi, kita harus membeli juga melihat saham-saham dan ini bagus juga untuk pemikiran buat teman-teman, jangan hanya melihat short-term. Investasi itu harus memikir medium to long-term," ujar Pandu.
"Jangan karena sehari melihat 'Oh, hari ini mungkin merah', tetapi untuk saham-saham yang punya valuasi yang baik, fundamental yang baik, likuiditas yang baik, maybe it's a good time to buy," tegasnya.
Ia juga menyebut Danantara sudah aktif membeli saham-saham yang memiliki valuasi yang menarik. "Perusahaan yang baik dengan cash flow baik dan fundamental dan likuiditas yang baik," pungkasnya. (I-2)
Danantara diketahui sudah mulai masuk ke pasar modal Indonesia sejak akhir Desember 2025 melalui manajer investasi yang ditunjuk.
Danantara menegaskan keterbukaannya dalam melakukan koordinasi dan konsultasi untuk memperkuat tata kelola Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Rencana Danantara menjadi pemegang saham Bursa Efek Indonesia (BEI) pasca-demutualisasi menuai perhatian pengamat.
CHIEF Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani menyatakan Danantara membuka peluang untuk menjadi pemegang saham PT Bursa Efek Indonesia (BEI).
Walhi menilai rencana pengalihan izin perusahaan yang dicabut pemerintah ke Danantara berpotensi memperpanjang kerusakan hutan dan lingkungan.
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) memandang krisis kepercayaan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai momentum untuk melakukan reformasi menyeluruh.
Danantara Indonesia menegaskan bahwa rencana demutualisasi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi perusahaan terbuka tidak akan menimbulkan konflik kepentingan.
Danantara diketahui sudah mulai masuk ke pasar modal Indonesia sejak akhir Desember 2025 melalui manajer investasi yang ditunjuk.
Bulan Fintech Nasional (BFN) 2025 resmi berakhir dengan catatan penting berupa menguatnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem keuangan digital yang inklusif.
Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) secara resmi membuka Mandiri BFN Fest 2025, puncak dari rangkaian Bulan Fintech Nasional (BFN).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved