Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) memandang krisis kepercayaan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai momentum untuk melakukan reformasi pasar modal secara menyeluruh. Hal itu guna membangkitkan kembali kepercayaan. Chief Investment Officer Danantara Indonesia Pandu Sjahrir menyebut persoalan ini bukan sekadar persoalan satu atau dua saham. Ia juga bukan semata urusan bursa atau indeks global. Melainkan, kata Pandu, hal ini menyangkut kepercayaan terhadap sistem pasar modal nasional dan kredibilitas negara.
"Perlu digarisbawahi bahwa agenda reformasi ini bukan lahir dari kepentingan atau preferensi Danantara Indonesia. Sebagai market participant, Danantara menyuarakan apa yang dibutuhkan oleh pasar agar pasar modal Indonesia menjadi lebih dalam, lebih likuid, dan lebih kredibel. Reformasi ini merupakan kepentingan ekosistem, bukan kepentingan satu institusi," ujar Pandu dalam keterangannya, Senin (2/2).
Dalam kerangka reformasi total pasar modal (total capital market reform), Pandu menyebut pasar membutuhkan langkah-langkah struktural.
Pertama, peningkatan transparansi, khususnya keterbukaan ultimate beneficial ownership dan kualitas data kepemilikan saham.
Kedua, penguatan tata kelola dan enforcement, termasuk demutualisasi bursa sebagai bagian dari mitigasi benturan kepentingan dan penguatan institusional.
Ketiga, pendalaman pasar secara terintegrasi*, melalui sinergi lintas pemangku kepentingan, dari sisi demand, supply, hingga infrastruktur pasar.
Keempat, penguatan likuiditas, termasuk penyesuaian kebijakan free float agar selaras dengan praktik global. Menurutnya, kenaikan free float perlu dilakukan melalui kebijakan yang membangun kepercayaan investor sehingga valuasi mencerminkan fundamental.
"Ketika kepercayaan dan valuasi terbentuk, kebijakan free float naik dari 7,5% ke 15% dapat berjalan secara efektif," kata Pandu.
"Reformasi ini pada akhirnya bertujuan untuk membangun kepercayaan jangka panjang, memperluas basis investor, serta memastikan pasar modal Indonesia mampu menopang pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan," pungkasnya. (E-3)
Program WtE/PSEL di Bekasi, Denpasar, Yogyakarta, dan Bogor masuki tahap final tender. Danantara pastikan teknologi ramah lingkungan standar WHO. Ini respons DPD.
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) resmi memulai groundbreaking proyek hilirisasi fase I.
Proyek Bioethanol Glenmore diharapkan dapat membawa manfaat menyeluruh berupa diversifikasi bisnis.
Danantara Indonesia menegaskan bahwa rencana demutualisasi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi perusahaan terbuka tidak akan menimbulkan konflik kepentingan.
Pernyataan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin terkait wacana perombakan direksi bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menuai sorotan.
BEI kebut proposal ke MSCI & FTSE. Aturan free float 15% masuk tahap final OJK, sementara daftar konsentrasi pemegang saham segera dirilis.
IHSG hari ini (20/2/2026) ditutup melemah di posisi 8.271,77. Simak analisis dampak ketegangan AS-Iran di Timur Tengah terhadap pasar modal Indonesia.
IHSG hari ini ditutup melemah 0,44% ke level 8.274,08. Sektor teknologi anjlok paling dalam saat BI tahan suku bunga di 4,75%. Cek detail pasarnya di sini.
Langkah ini merupakan bagian dari agenda reformasi luas guna memastikan ekosistem pasar yang lebih kredibel, adaptif, serta kompetitif di tingkat internasional.
IHSG hari ini (18/2/2026) melonjak 1,19% ke level 8.310,23. Pasar optimis menanti hasil RDG Bank Indonesia dan rilis data kredit. Cek saham top gainers di sini.
IHSG hari ini ditutup melemah 0,31% akibat profit taking jelang libur Imlek. Simak analisis pasar terkait outlook Moody's dan agenda ekonomi Presiden Prabowo.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved