Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

IHSG Baru akan Pulih Pekan Depan secara Bertahap

Andhika Prasetyo
02/2/2026 08:13
IHSG Baru akan Pulih Pekan Depan secara Bertahap
Ilustrasi(Antara)

Ekonom keuangan dan praktisi pasar modal Hans Kwee memproyeksikan pasar saham Indonesia akan memasuki fase pemulihan secara bertahap pada pekan depan. Itu pun, menurutnya, masih dengan ruang penguatan yang terbatas. Ia memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak pada kisaran support 8.167 hingga 8.000, dengan resistance di rentang 8.408 sampai 8.596.

“Pasar saham diperkirakan akan pulih perlahan dengan potensi penguatan terbatas di pekan depan, dengan support di level 8.167 sampai level 8.000, dan resistance di level 8.408 sampai level 8.596,” ujar Hans.

Hans menyebut volatilitas tinggi IHSG yang terjadi pada pekan lalu dipicu oleh keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) menangguhkan proses rebalancing indeks saham Indonesia. Namun, respons otoritas pasar modal domestik dinilai cukup cepat dan konstruktif.

Agenda reformasi yang tengah dijalankan mencakup peningkatan transparansi kepemilikan saham, khususnya bagi pemegang saham di bawah 5% yang ditargetkan mulai Februari 2026. Selain itu, batas minimal saham publik (free float) dinaikkan dari 7,5% menjadi 15%, baik untuk emiten baru maupun emiten yang sudah tercatat.

Proses demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) juga dipercepat, dengan regulasi pendukung ditargetkan terbit pada kuartal I-2026. Hans menilai langkah-langkah ini berpotensi menjadi katalis positif bagi pemulihan kepercayaan investor.

“Otoritas Indonesia telah mengambil langkah yang lebih proaktif melalui diskusi dan komunikasi publik untuk mengatasi isu-isu krusial, menstabilkan pasar domestik, serta menumbuhkan kembali kepercayaan melalui peningkatan transparansi dan tata kelola,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengingatkan tekanan pasar belum sepenuhnya mereda. Pada perdagangan menjelang akhir pekan lalu, tekanan jual mulai berkurang, namun aksi jual bersih investor asing masih terlihat.

“Tekanan mulai pulih di akhir pekan, tetapi aksi jual investor asing masih terlihat,” kata Hans.

Dari sisi global, Hans menyoroti sentimen terkait kebijakan moneter Amerika Serikat. Penunjukan mantan Gubernur Federal Reserve Kevin Warsh oleh Presiden Donald Trump dinilai memberi sinyal bahwa independensi The Fed akan tetap terjaga, sekaligus menurunkan ekspektasi pelonggaran moneter yang agresif. Ia memperkirakan The Fed hanya akan memangkas suku bunga dua kali sepanjang 2026, masing-masing sebesar 25 basis poin, dengan peluang pemangkasan pertama terjadi pada Juni 2026.

“Yang ditangkap pasar saat ini adalah Warsh hanya satu orang, dan belum ada konsensus kuat untuk menurunkan suku bunga dalam waktu dekat,” ujarnya.

Pada penutupan perdagangan Jumat (30/1), IHSG ditutup menguat 97,41 poin atau 1,18% ke level 8.329,61. Indeks LQ45 juga naik 20,52 poin atau 2,52% ke posisi 833,53, dengan total nilai transaksi mencapai Rp41,33 triliun. (Ant/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya