Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Rosan Roeslani: Respons Investor Asing Positif, IHSG Hari Ini Bisa Rebound

Andhika Prasetyo
02/2/2026 08:00
Rosan Roeslani: Respons Investor Asing Positif, IHSG Hari Ini Bisa Rebound
Ilustrasi(Antara)

Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani memproyeksikan IHSG hari ini berpeluang mengalami rebound pada perdagangan Senin (2/2). Itu bisa terjadi seiring meningkatnya kepercayaan investor asing terhadap langkah reformasi pasar modal Indonesia.

Rosan mengungkapkan, dalam beberapa hari terakhir dirinya melakukan komunikasi intensif dengan investor global. Mayoritas investor, menurutnya, menunjukkan pemahaman yang semakin baik serta respons positif terhadap kebijakan reformasi yang tengah dijalankan pemerintah bersama Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia (BEI).

“Kalau itu (reformasi) dijalankan, mereka akan semakin confidence dengan pasar kita. Tapi dengan aksi yang kita lakukan beberapa hari ini mereka juga meresponnya sangat positif. Jadi insyaallah, saya yakin hari Senin dan berikutnya IHSG akan rebound dan akan berjalan dengan baik,” ujar Rosan.

Ia menjelaskan, salah satu masukan utama dari investor asing berkaitan dengan ambang batas keterbukaan data kepemilikan investor. Saat ini, kewajiban pengungkapan data hanya berlaku bagi pemegang saham di atas 5%, batas yang dinilai relatif tinggi dibandingkan praktik di sejumlah negara lain.

“Mereka (investor asing) menginginkan bahwa kalau sekarang kan yang perlu dibuka (data) investornya itu kalau di atas 5 persen. Nah, mereka bilang kalau bisa itu diturunkan, tidak hanya di batas 5 persen karena saya lihat di beberapa negara seperti India 1%, yang (negara) lain 2%, 1%,” jelas Rosan.

Menurutnya, penurunan ambang batas keterbukaan kepemilikan ini sejalan dengan evaluasi Morgan Stanley Capital International (MSCI), yang meminta transparansi lebih dalam terhadap struktur kepemilikan saham, termasuk pemegang saham di bawah 5 persen.

Selama ini, keterbatasan keterbukaan data dinilai menyulitkan penghitungan porsi saham publik (free float) secara akurat. Oleh karena itu, Rosan meyakini peningkatan transparansi akan menjadi faktor penting dalam memperkuat kepercayaan investor global.

Selain isu keterbukaan data, investor asing juga memberikan apresiasi terhadap kebijakan peningkatan minimum free float emiten dari 7,5% menjadi 15%. Kebijakan tersebut dipandang sebagai sinyal kuat keseriusan otoritas dalam memperbaiki tata kelola pasar modal. Menurut Rosan, kombinasi reformasi struktural tersebut diharapkan mampu memperbaiki persepsi pasar dan menjadi fondasi pemulihan sentimen IHSG dalam jangka menengah. (Ant/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya