Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyatakan bahwa investor asing memiliki peluang untuk menjadi pemegang saham PT Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah proses demutualisasi bursa saham nasional tersebut rampung. Menurut Rosan, keterbukaan kepemilikan terhadap pihak asing merupakan praktik lazim yang telah diterapkan di banyak bursa efek global. Demutualisasi, kata dia, akan membawa perubahan mendasar pada struktur kepemilikan sekaligus tata kelola pasar modal agar lebih transparan dan profesional.
“Di bursa-bursa lain memang seperti itu. Kepemilikan dipisahkan dari keanggotaan, karena saat ini anggota dan pemilik bursa masih bergabung dan mayoritas dimiliki oleh perusahaan sekuritas. Karena itu, kepemilikan dibuka supaya tata kelola menjadi lebih baik dan transparan,” ujar Rosan saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Minggu.
Pemerintah saat ini tengah mempercepat penyusunan regulasi demutualisasi BEI agar dapat diproses dan mulai berjalan pada 2026. Transformasi ini diharapkan menjadi bagian penting dari reformasi pasar modal nasional.
Sebagai informasi, demutualisasi merupakan proses perubahan status BEI dari organisasi berbasis keanggotaan atau Self-Regulatory Organization (SRO), yang kepemilikannya berada di tangan perusahaan sekuritas anggota bursa, menjadi entitas berbentuk perseroan yang sahamnya dapat dimiliki publik alias pihak lain di luar anggota bursa. Skema tersebut dirancang untuk memisahkan kepentingan anggota bursa sebagai pelaku pasar dengan pengelola bursa sebagai penyelenggara perdagangan, sehingga potensi benturan kepentingan dapat ditekan.
"Di banyak negara, lembaga investasi negara atau Sovereign Wealth Fund (SWF) juga lazim memiliki saham di bursa efek. Oleh karena itu, keterlibatan investor institusional, termasuk dari luar negeri, dipandang sebagai bagian dari praktik pengelolaan bursa modern yang sehat dan kredibel," terang Rosan. (Ant/E-3)
IHSG ditutup menguat 1,41% ke level 7.440,91 pada 10 Maret 2026. Dipicu koreksi harga minyak global dan data penjualan ritel domestik yang melonjak 5,7%.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Selasa, 10 Maret 2026, dibuka menguat mengikuti pergerakan bursa global.
IHSG Kamis pagi (5/3/2026) dibuka menguat 118,29 poin ke level 7.695,35. Simak analisis teknikal, kurs Rupiah terbaru, dan rekomendasi saham pilihan di sini.
IHSG ditutup melemah tajam 4,57% ke level 7.577 pada Rabu (4/3/2026). Kombinasi revisi outlook Fitch Ratings ke negatif dan konflik Timur Tengah picu capital outflow masif.
Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, bukan karena sentimen domestik.
INDEKS Harga Saham Gabungan atau IHSG 2 Maret 2026 di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah di kawasan Asia. IHSG ditutup melemah 218,65 poin atau 2,66 persen ke posisi 8.016,83.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved