Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) secara resmi membuka Mandiri BFN Fest 2025, puncak dari rangkaian Bulan Fintech Nasional (BFN). Acara tahun ini didukung oleh Bank Mandiri sebagai Official Banking Partner dan Privy sebagai Official Digital Trust Provider, serta didukung Bank Indonesia (BI), OJK, dan 11 kementerian/lembaga.
Sepanjang penyelenggaraan, lebih dari 90 program edukasi literasi keuangan dan penguatan integritas industri telah digelar, termasuk pembukaan lebih dari 160 peluang kerja bagi masyarakat.
Sebagai acara puncak, BFN Fest menampilkan konferensi, expo, sesi networking industri seperti Jakarta Fintech Connect dan Digital x Real Sector Clinic, serta berbagai side event menarik. Acara ini menargetkan lebih dari 5.000 pengunjung dan menghadirkan hampir 100 narasumber dari 26 negara. Forum ini menjadi ruang pertemuan para pelaku ekonomi digital, regulator, investor, akademisi, dan konsumen untuk menjajaki potensi kolaborasi strategis yang dapat memperkuat daya saing industri fintech nasional.
Ketua Umum Aftech, Pandu Sjahrir, menyatakan bahwa penyelenggaraan Mandiri BFN Fest 2025 menandai langkah penting dalam penguatan ekosistem fintech Indonesia. Sebagai konferensi dan expo terbesar di tanah air, acara ini melanjutkan diskusi strategis yang sebelumnya berlangsung dalam FEKDI dan IFSE 2025 yang digelar BI dan OJK pada November lalu. Menurutnya, BFN Fest mencerminkan komitmen industri dalam mendukung agenda pemerintah dan regulator untuk memperluas literasi, meningkatkan inklusi, serta memperkuat fondasi ekonomi digital.
“Fintech bukan hanya inovasi, tetapi bagaimana inovasi itu memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan sektor riil. Mandiri BFN Fest menjadi ruang kolaborasi terbesar untuk memperluas edukasi, meningkatkan kepercayaan publik, dan memastikan layanan fintech berkembang secara aman dan bertanggung jawab,” tegas Pandu.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada OJK, BI, Bank Mandiri, serta seluruh mitra lokal dan internasional atas dukungan mereka dalam penguatan ekosistem fintech Indonesia.
Dari sisi sektor perbankan, Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista, menilai BFN Fest 2025 sebagai momentum penting untuk memperkuat sinergi antara perbankan, fintech, regulator, dan pelaku industri. Kolaborasi tersebut disebut menjadi upaya strategis untuk mempercepat pemanfaatan layanan keuangan digital yang aman dan inklusif sekaligus meningkatkan literasi keuangan masyarakat.
Bank Mandiri menilai festival ini sebagai ajang untuk menunjukkan komitmen terhadap pengembangan ekosistem digital nasional, termasuk mendorong digitalisasi UMKM, pembiayaan produktif, serta inovasi layanan pembayaran.
“Kami berharap festival ini melahirkan lebih banyak kerja sama yang mendorong perluasan lapangan kerja, penguatan ekonomi digital, dan pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Adhika.
Sementara itu, Deputi Komisioner Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan dan Perlindungan Konsumen OJK, Rizal Ramadhani, menyoroti pentingnya penguatan keamanan digital di tengah meningkatnya kejahatan siber. Ia mencatat bahwa hingga November 2025, Anti-Scam Center telah menerima lebih dari 370 ribu laporan dengan potensi kerugian mencapai Rp8,2 triliun.
Rizal menegaskan bahwa inovasi digital harus berjalan beriringan dengan perlindungan konsumen dan penguatan kepercayaan publik.
“Sinergi antarsektor, antara otoritas, kementerian, maupun sektor privat, sangat penting agar kita bisa menangkal risiko dan memastikan perlindungan konsumen berjalan optimal,” ujarnya.
Digelar selama dua hari pada 10–11 Desember 2025, BFN Fest mempertemukan seluruh pemangku kepentingan untuk membahas masa depan fintech, mulai dari inovasi sistem pembayaran hingga perlindungan konsumen. Dengan skala besar dan kolaborasi lintas sektor yang semakin kuat, forum ini bukan hanya menjadi festival tahunan, tetapi momentum transformasi agar ekosistem fintech Indonesia tumbuh lebih tepercaya, inklusif, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat luas. (E-3)
Aftech menyambut positif hasil studi terbaru dari LPEM FEB UI yang mengungkapkan besarnya potensi ekonomi dari perdagangan aset kripto di Indonesia.
Dengan limit hingga Rp50.000.000 yang dapat digunakan berulang kali, Julo memberikan fleksibilitas bagi pengguna untuk mengelola berbagai kebutuhan keuangan secara bersamaan.
OJK mencatat lebih dari 370 ribu laporan penipuan transaksi keuangan sepanjang Januari–November 2025, dengan potensi kerugian mencapai Rp8,2 triliun.
Program pembelajaran ini melibatkan puluhan pembicara profesional yang membagikan pengalaman mereka dalam berkontribusi di bidang teknologi.
Empat pilar utama, yaitu kolaborasi data, standardisasi penilaian risiko, skema berbagi risiko, serta platform kolaborasi terintegrasi, menjadi fondasi penting yang perlu diperkuat.
Bulan Fintech Nasional (BFN) 2025 resmi berakhir dengan catatan penting berupa menguatnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem keuangan digital yang inklusif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved