Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Investasi Berdampak kian Dibutuhkan UMKM di Perdesaan

Ihfa Firdausya
07/2/2026 02:06
Investasi Berdampak kian Dibutuhkan UMKM di Perdesaan
Chief Funding Amartha Julie Fauzie (kiri) bersama Melvin Mumpuni, certified financial planner dalam peluncuran Amartha Prosper di Jakarta, Jumat (6/2).(MI/Ihfa Firdausya)

OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) mencatat tingkat inklusi keuangan nasional telah mencapai 80,5% pada 2025. Pertumbuhan tersebut membuka ruang bagi fintech untuk menghadirkan instrumen investasi yang mampu menjangkau sektor UMKM akar rumput.

Sejalan dengan perkembangan tersebut, perusahaan fintech Amartha resmi meluncurkan Amartha Prosper. Produk tersebut dihadirkan sebagai solusi investasi berbasis dampak (impact investment) yang dirancang untuk menghubungkan modal publik dengan pertumbuhan UMKM di Indonesia.

Melalui Prosper yang terintegrasi dalam aplikasi Amartha, investor dapat memperoleh imbal hasil yang kompetitif, sekaligus berkontribusi langsung pada penguatan ekonomi komunitas, terutama perempuan pengusaha ultra mikro di wilayah perdesaan.

"Amartha Prosper menjadi alternatif investasi pendapatan tetap yang kredibel dan relevan dengan kebutuhan investor saat ini, sekaligus memperkuat sektor UMKM produktif di Indonesia," kata Chief Funding Officer Amartha Julie Fauzie dalam acara peluncuran Amartha Prosper di Jakarta, Jumat (6/2).

Produk kali ini dinamai Amartha Prosper Grassroots Growth Series (GGS). Melalui GGS, investor dapat menyalurkan dana ke UMKM mitra Amartha dengan sebaran geografis dan sektor usaha yang masif dan beragam. Karenanya ia memberikan eksposur portofolio yang lebih terdiversifikasi dengan risiko yang lebih terukur.

Produk ini menawarkan potensi imbal hasil hingga 14%. GGS terbagi dalam empat profil. Pertama, Balanced-Flex dengan potensi imbal hasil bulanan yang fleksibel.

Kedua, Balanced yang relatif resilien terhadap kondisi ekonomi. Ketiga Progressive yang memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi. Keempat, Dynamic dengan potensi imbal hasil tertinggi disertai sensitivitas risiko yang lebih besar.

Julie menyebut selama 16 tahun, Amartha telah melayani segmen UMKM akar rumput dengan menyalurkan lebih dari Rp37 triliun permodalan kepada lebih dari 3,7 juta perempuan pelaku UMKM. Mereka tersebar di lebih dari 50 ribu desa di Indonesia.

Fondasi Amartha diperkuat dengan kepercayaan lebih dari 320 ribu lender ritel terdaftar. Dukungan serta layanan Amartha juga telah menciptakan lebih dari 110.000 lapangan kerja sepanjang 2024 oleh mitra UMKM Amartha.

Pada kesempatan yang sama, Melvin Mumpuni, seorang certified financial planner, menyebut saat ini momentum investasi berbasis dampak dan ESG semakin relevan. Selain imbal hasil, investor semakin mempertimbangkan transparansi, manajemen risiko yang baik, serta dampak nyata yang terukur.

"Produk investasi seperti Amartha Prosper berpotensi menjadi bagian dari strategi diversifikasi portofolio pendapatan tetap yang seimbang antara return dan purpose," kata Melvin.

Melalui pendekatan impact investing, Melvin menekankan bahwa investasi tidak semata mengejar return finansial, tetapi juga tentang memberi makna pada setiap rupiah yang diinvestasikan.

Dengan membantu pelaku usaha kecil naik kelas, investasi menjadi sarana agar uang benar-benar 'bekerja', menciptakan dampak sosial nyata, mendorong pertumbuhan yang inklusif, serta menghasilkan return yang stabil dan berkelanjutan.

Dampak investasi tersebut juga dirasakan langsung oleh para mitra UMKM, khususnya perempuan pengusaha ultra mikro di desa yang selama ini memiliki keterbatasan akses permodalan. Salah satunya Kamila, seorang ibu pemilik usaha nasi kuning dan soto banjar asal Kalimantan Selatan.

"Dulu saya sering menolak pesanan karena modal bahan baku terbatas. Setelah menerima pendanaan dari Amartha Prosper, stok bahan jadi lebih siap, produksi lancar, dan pesanan yang masuk bisa terpenuhi. Dari usaha ini juga, saya bisa menambah pendapatan keluarga dan membantu suami," ujarnya. (Ifa/E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Mirza
Berita Lainnya