Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Sentimen Negatif MSCI ke IHSG Bersifat Jangka Pendek

Andhika Prasetyo
28/1/2026 12:33
Sentimen Negatif MSCI ke IHSG Bersifat Jangka Pendek
Ilustrasi(Antara)

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta menilai kondisi fundamental makroekonomi Indonesia masih solid sehingga sentimen negatif dari pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait rebalancing indeks saham Indonesia cenderung bersifat jangka pendek. Di tengah pelemahan pasar, ia justru mendorong investor untuk memanfaatkan momentum koreksi dengan strategi buy the dip.

Nafan menjelaskan, secara fundamental perekonomian domestik tetap kuat. Dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang telah mengalami pelemahan signifikan secara psikologis, kondisi ini dinilai membuka peluang akumulasi saham pada level harga yang lebih rendah. Menurutnya, koreksi yang terjadi lebih dipicu sentimen jangka pendek ketimbang perubahan mendasar pada ekonomi Indonesia.

Dari sisi teknikal, Nafan menyebut pergerakan IHSG sebelumnya masih berada dalam fase tren naik. Namun, sentimen negatif akibat pengumuman MSCI membuat laju indeks terkoreksi cukup dalam pada perdagangan Rabu. Meski demikian, ia menilai tekanan tersebut bersifat sementara dan tidak mengubah gambaran besar tren pasar dalam jangka menengah hingga panjang.

Karena itu, Nafan mengimbau pelaku pasar agar tidak bereaksi berlebihan dengan melakukan aksi jual panik. Ia menekankan bahwa sentimen terkait MSCI diproyeksikan mereda seiring waktu, sementara faktor fundamental domestik tetap menjadi penopang utama pergerakan pasar saham Indonesia.

Sebagaimana diketahui, pada Selasa (28/01) waktu Amerika Serikat, MSCI mengumumkan rencana pembekuan sementara proses rebalancing indeks saham Indonesia, termasuk penundaan indeks review Februari 2026. Kebijakan tersebut mencakup pembekuan kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS), penangguhan penambahan konstituen ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI), serta pembekuan perpindahan antar-segmen ukuran indeks, termasuk dari Small Cap ke Standard.

MSCI menyatakan langkah ini diambil untuk menekan tingkat pergantian indeks (index turnover) dan mengurangi risiko investability, sekaligus memberi ruang bagi otoritas Indonesia meningkatkan transparansi pasar. Sebelumnya, pada Oktober 2025, MSCI juga meminta masukan pelaku pasar terkait rencana penggunaan Monthly Holding Composition Report yang diterbitkan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai referensi tambahan dalam perhitungan free float saham.

Hasil konsultasi MSCI menunjukkan investor global masih menyoroti isu transparansi struktur kepemilikan saham serta kekhawatiran atas potensi perdagangan terkoordinasi yang dapat mengganggu pembentukan harga wajar. MSCI menegaskan akan terus memantau perkembangan pasar Indonesia dan berinteraksi dengan otoritas terkait, termasuk Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sejalan dengan sentimen tersebut, data perdagangan di BEI menunjukkan IHSG hari ini dibuka melemah 597,75 poin atau 6,66% ke posisi 8.382,48. Sementara itu, indeks LQ45 turun 55,95 poin atau 6,39% ke level 820,16. (Ant/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya