Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta menilai kondisi fundamental makroekonomi Indonesia masih solid sehingga sentimen negatif dari pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait rebalancing indeks saham Indonesia cenderung bersifat jangka pendek. Di tengah pelemahan pasar, ia justru mendorong investor untuk memanfaatkan momentum koreksi dengan strategi buy the dip.
Nafan menjelaskan, secara fundamental perekonomian domestik tetap kuat. Dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang telah mengalami pelemahan signifikan secara psikologis, kondisi ini dinilai membuka peluang akumulasi saham pada level harga yang lebih rendah. Menurutnya, koreksi yang terjadi lebih dipicu sentimen jangka pendek ketimbang perubahan mendasar pada ekonomi Indonesia.
Dari sisi teknikal, Nafan menyebut pergerakan IHSG sebelumnya masih berada dalam fase tren naik. Namun, sentimen negatif akibat pengumuman MSCI membuat laju indeks terkoreksi cukup dalam pada perdagangan Rabu. Meski demikian, ia menilai tekanan tersebut bersifat sementara dan tidak mengubah gambaran besar tren pasar dalam jangka menengah hingga panjang.
Karena itu, Nafan mengimbau pelaku pasar agar tidak bereaksi berlebihan dengan melakukan aksi jual panik. Ia menekankan bahwa sentimen terkait MSCI diproyeksikan mereda seiring waktu, sementara faktor fundamental domestik tetap menjadi penopang utama pergerakan pasar saham Indonesia.
Sebagaimana diketahui, pada Selasa (28/01) waktu Amerika Serikat, MSCI mengumumkan rencana pembekuan sementara proses rebalancing indeks saham Indonesia, termasuk penundaan indeks review Februari 2026. Kebijakan tersebut mencakup pembekuan kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS), penangguhan penambahan konstituen ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI), serta pembekuan perpindahan antar-segmen ukuran indeks, termasuk dari Small Cap ke Standard.
MSCI menyatakan langkah ini diambil untuk menekan tingkat pergantian indeks (index turnover) dan mengurangi risiko investability, sekaligus memberi ruang bagi otoritas Indonesia meningkatkan transparansi pasar. Sebelumnya, pada Oktober 2025, MSCI juga meminta masukan pelaku pasar terkait rencana penggunaan Monthly Holding Composition Report yang diterbitkan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai referensi tambahan dalam perhitungan free float saham.
Hasil konsultasi MSCI menunjukkan investor global masih menyoroti isu transparansi struktur kepemilikan saham serta kekhawatiran atas potensi perdagangan terkoordinasi yang dapat mengganggu pembentukan harga wajar. MSCI menegaskan akan terus memantau perkembangan pasar Indonesia dan berinteraksi dengan otoritas terkait, termasuk Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia (BEI).
Sejalan dengan sentimen tersebut, data perdagangan di BEI menunjukkan IHSG hari ini dibuka melemah 597,75 poin atau 6,66% ke posisi 8.382,48. Sementara itu, indeks LQ45 turun 55,95 poin atau 6,39% ke level 820,16. (Ant/E-3)
IHSG hari ini ditutup melemah 0,31% akibat profit taking jelang libur Imlek. Simak analisis pasar terkait outlook Moody's dan agenda ekonomi Presiden Prabowo.
IHSG dibuka menguat 26,27 poin ke level 8.317 pada perdagangan Kamis (12/2/2026). Simak analisis pendorong pasar dan proyeksi rentang gerak hari ini.
IHSG hari ini ditutup menguat signifikan ke level 8.290,96 didorong sektor energi. Simak analisis pasar, kurs Rupiah, dan proyeksi IHSG untuk esok hari.
IHSG Bursa Efek Indonesia pada Rabu (11/2/2026) pagi dibuka menguat 21,05 poin atau 0,29 persen. Simak analisis pasar dan pergerakan indeks LQ45 di sini.
IHSG hari ini Selasa (10/2/2026) dibuka melemah tipis namun berbalik melonjak 1% ke level 8.115. Simak analisis MSCI dan pergerakan saham BUMI di sini.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bakal mengalami koreksi pada perdagangan Selasa, 10 Februari 2026.
MENTERI Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengeklaim kondisi pasar keuangan nasional berangsur stabil setelah sempat mengalami tekanan.
Berdasarkan pengumuman resmi MSCI pada 10 Februari 2026, berikut adalah rincian perubahan saham Indonesia di berbagai kategori indeks.
PEJABAT Sementara (Pjs) Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mengungkapkan, pihaknya akan meningkatkan transparansi pasar modal.
Presiden Prabowo sangat marah atas gejolak IHSG setelah MSCI membekukan kenaikan bobot saham Indonesia. Pemerintah bertekad jaga kredibilitas pasar modal.
INDF kena downgrade MSCI ke small cap. Pengamat Hendra Wardana menilai faktor teknis pemicu jual dana pasif, fundamental tetap kuat; buy on weakness 6.450-6.500.
Pandu menilai Hong Kong berhasil membangun pasar modal yang dalam, likuid, dan kredibel, bahkan mencatat rekor global jumlah IPO pada tahun lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved