Headline

Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.

IHSG Hari Ini 25 Maret 2026: Rebound ke 7.199 Usai Libur Lebaran

Media Indonesia
25/3/2026 13:02
IHSG Hari Ini 25 Maret 2026: Rebound ke 7.199 Usai Libur Lebaran
Ilustrasi.(Antara Foto)

INDEKS Harga Saham Gabungan atau IHSG hari ini 25 Maret 2026, menunjukkan performa yang impresif. Meski sempat dibuka di zona merah, IHSG berhasil melakukan rebound tajam hingga menembus level psikologis 7.200 pada pertengahan sesi pertama.

Berdasarkan data RTI Business, IHSG dibuka melemah 0,31% ke posisi 7.084,62. Namun, dalam hitungan menit, aksi beli masif mendorong indeks berbalik arah. Hingga pukul 11.05 WIB, IHSG tercatat menguat 1,30% atau naik 92,36 poin ke level 7.199,20.

Sentimen Global: Efek Penundaan Serangan Trump

Lonjakan IHSG hari ini didorong oleh sentimen positif dari kancah global. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan penundaan serangan militer terhadap infrastruktur energi Iran selama lima hari. Langkah ini dibaca pasar sebagai sinyal de-eskalasi konflik di Timur Tengah, yang langsung memicu penguatan bursa saham di kawasan Asia.

Analis pasar modal menilai, optimisme ini memberikan ruang bagi investor domestik untuk melakukan akumulasi saham, terutama di sektor-sektor yang sebelumnya tertekan akibat kekhawatiran krisis energi.

Sektor Energi dan Industri Pimpin Penguatan

Sektor energi menjadi bintang pada perdagangan hari ini dengan kenaikan mencapai 3,91%. Disusul oleh sektor industri yang menguat 3,74% dan sektor transportasi yang melonjak 2,47%.

Kode Saham Emiten Kenaikan (%)
EXCL XL Axiata Tbk +15,63%
EMTK Elang Mahkota Teknologi Tbk +11,97%
BRPT Barito Pacific Tbk +8,40%

Rupiah Masih Dibayangi Level Rp17.000

Di sisi lain, penguatan IHSG sedikit tertahan oleh fluktuasi Mata Uang Rupiah. Pada Rabu pagi, Rupiah di pasar spot melemah 0,13% ke posisi Rp16.920 per dolar Amerika Serikat (AS). Tekanan pada Rupiah dipicu oleh sikap hawkish The Fed yang tetap mempertahankan suku bunga tinggi di kisaran 3,5% - 3,75%.

Bank Indonesia (BI) sendiri telah merespons dengan menurunkan ambang batas pembelian dolar AS yang wajib melampirkan dokumen menjadi US$50 ribu guna meredam aksi spekulasi di pasar valas. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya