Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

MSCI Bekukan Review Indeks Februari 2026, BEI Pastikan Transparansi Free Float Diperbaiki

 Gana Buana
28/1/2026 13:42
MSCI Bekukan Review Indeks Februari 2026, BEI Pastikan Transparansi Free Float Diperbaiki
IHSG Hari Ini Tertekan.(Antara)

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan akan terus memperkuat komunikasi dan diskusi dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) menyusul rencana lembaga indeks global itu untuk membekukan sementara proses rebalancing indeks saham Indonesia.

Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, menyampaikan bahwa otoritas pasar modal Indonesia tidak tinggal diam menghadapi keputusan tersebut.

“OJK, IDX, dan KSEI akan terus melakukan diskusi dengan MSCI,” ujar Kautsar dilansir dari Antara, Rabu (28/1).

Transparansi Free Float Jadi Sorotan Utama

Kautsar menekankan bahwa BEI sudah melakukan sejumlah langkah peningkatan transparansi, termasuk membuka data free float secara lebih jelas melalui situs resmi Bursa Efek Indonesia.

Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya menjawab kekhawatiran MSCI terhadap struktur kepemilikan saham emiten di Indonesia.

“Jika dirasakan MSCI belum cukup, kami akan terus melanjutkan diskusi terkait transparansi data sesuai proposal MSCI demi mencapai kesepakatan,” tambahnya.

MSCI Bekukan Review Indeks, Termasuk Februari 2026

Pada Selasa (28/1) waktu Amerika Serikat, MSCI secara resmi mengumumkan rencana pembekuan sementara proses index review dan rebalancing saham Indonesia, termasuk evaluasi indeks pada Februari 2026.

Beberapa poin utama dalam pembekuan tersebut mencakup, penghentian seluruh kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS), pembekuan penambahan saham baru ke MSCI Investable Market Indexes (IMI), dan pembekuan perpindahan saham antar segmen indeks, termasuk dari Small Cap ke Standard.

MSCI menyebut kebijakan ini bertujuan menekan index turnover serta memitigasi risiko kelayakan investasi (investability), sembari memberi ruang bagi otoritas Indonesia untuk memperbaiki keterbukaan data pasar.

Investor Global Khawatir Transparansi dan Perdagangan Terkoordinasi

Isu transparansi pasar Indonesia sebenarnya telah menjadi perhatian sejak Oktober 2025, ketika MSCI meminta masukan pelaku pasar terkait rencana penggunaan laporan Monthly Holding Composition Report milik KSEI sebagai referensi tambahan dalam menghitung free float.

Dalam hasil konsultasi tersebut, MSCI mencatat investor menyoroti masalah mendasar seperti, minimnya transparansi struktur kepemilikan saham, kekhawatiran adanya perilaku perdagangan terkoordinasi, dan potensi gangguan dalam pembentukan harga saham yang wajar.

MSCI memastikan akan terus memantau perkembangan pasar Indonesia serta berinteraksi dengan OJK, BEI, dan pelaku pasar sebelum mengambil langkah lanjutan.

IHSG Hari Ini Tertekan, LQ45 Ikut Melemah Tajam

Di tengah sentimen negatif tersebut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu pagi dibuka melemah tajam hingga 597,75 poin atau turun 6,66% ke level 8.382,48.

Sementara indeks LQ45 yang berisi saham unggulan turun 55,95 poin atau 6,39% ke posisi 820,16. (Ant/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya