Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
SAHAM IHSG anjlok tajam pada perdagangan Kamis pagi setelah pasar merespons keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang menunda proses rebalancing indeks saham Indonesia.
Ekonom keuangan sekaligus praktisi pasar modal Hans Kwee menilai penurunan IHSG kali ini lebih disebabkan aksi jual emosional atau panic selling, bukan karena pelemahan fundamental ekonomi secara langsung.
“Pasar masih panik karena isu MSCI,” ujar Hans di Jakarta, Kamis.
Ia menjelaskan bahwa tekanan terhadap pasar saham juga diperburuk oleh proyeksi Goldman Sachs terkait potensi arus dana keluar (capital outflow) dari Indonesia.
Goldman Sachs memperkirakan dana pasif yang keluar dari pasar saham domestik dapat mencapai 2,2 hingga US$7,8 miliar pasca evaluasi MSCI.
Meski demikian, Hans menilai kondisi ketika saham IHSG anjlok ini hanya bersifat sementara dan akan mereda dalam waktu dekat.
“Kami perkirakan akhir pekan atau minggu depan pasar mulai kembali normal, walaupun pergerakannya tidak akan langsung agresif,” ujarnya.
Hans memperkirakan IHSG akan bergerak terbatas atau sideways sambil menunggu keputusan final MSCI.
Di tengah koreksi tajam tersebut, ia justru melihat peluang bagi investor jangka menengah dan panjang untuk mulai mengoleksi saham berfundamental kuat secara bertahap, khususnya saham berkapitalisasi besar.
“Investor bisa akumulasi perlahan saat pasar terkoreksi karena kepanikan,” kata Hans.
Pada perdagangan hari ini, Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat menghentikan sementara perdagangan (trading halt) pada pukul 09.26 WIB setelah IHSG turun 8%.
IHSG tercatat masih tertekan 492,09 poin atau 5% ke posisi 7.828,47 pada penutupan sesi 1 perdagangan bursa saham hari ini. (Ant/Z-10)
BEI bersama OJK dan SRO merespons pembekuan review indeks MSCI dengan memperketat transparansi data free float rutin mulai Januari 2026 demi pulihkan kepercayaan investor.
BEI siap mengerahkan seluruh upaya menindaklanjuti keputusan MSCI yang membekukan review indeks saham Indonesia demi menjaga kepercayaan investor global.
BEI memastikan terus berdiskusi dengan MSCI setelah lembaga indeks global itu membekukan sementara proses rebalancing saham Indonesia.
Anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak bisa dibaca semata-mata sebagai gejala ekonomi makro yang runtuh, melainkan sebagai sinyal melemahnya kepercayaan pasar.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang merosot tajam dalam dua hari terakhir akan dijadikan sebagai momentum oleh pemerintah untuk mereformasi regulasi pasar modal.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa turut buka suara terkait dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mengalami penurunan yang mencapai 8%.
Analis Goldman Sachs Group menurunkan rekomendasi saham Indonesia menjadi underweight seiring meningkatnya kekhawatiran terkait kelayakan investasi yang disorot MSCI.
BEI melakukan pembekuan sementara perdagangan atau trading halt pada Kamis, 29 Januari 2026, menyusul penurunan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencapai 8%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved