Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (28/1) sore ditutup melemah yang diyakini memicu panic selling pelaku pasar setelah pembekuan oleh Morgan Stanley Capital International atau MSCI soal rebalancing saham. Penurunan IHSG memicu trading halt.
"Pengumuman MSCI yang tidak memberikan tambahan bobot maupun rebalancing bagi saham Indonesia menjadi pemicu awal tekanan pasar, namun penurunan IHSG hingga memicu trading halt lebih mencerminkan reaksi emosional dan aksi panic selling jangka pendek,"kata Pengamat Pasar Modal Indonesia Reydi Octa di Jakarta, Rabu (28/1).
IHSG ditutup melemah 659,67 poin atau 7,35 persen ke posisi 8.320,55. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 63,58 poin atau 7,26 persen ke posisi 812,53. Meskipun demikian tidak ada perubahan pada emiten besar ataupun pasar domestik setelah pembekuan MSCI.
Ia menjelaskan pembekuan oleh MSCI pada Februari 2025, dinilai bisa menahan arus dana pasif keluar dari IHSG.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sebelas atau semua sektor melemah yaitu sektor energi turun paling dalam sebesar 9,57 persen, diikuti oleh sektor barang baku dan sektor industri yang turun masing- masing sebesar 7,88 persen dan 6,19 persen.
Sementara itu, Direktur Eksekutif CSA Institute David Sutyanto menilai pembekuan oleh MSCI yang memengaruhi IHSG memberikan kesempatan bagi pasar modal Indonesia untuk melakukan penguatan struktural yang akan berdampak positif dalam jangka panjang.
"Koreksi IHSG hari ini sebaiknya dipahami sebagai refleksi dari proses penyesuaian pasar terhadap informasi baru," ujar David di Jakarta, Rabu.
Indonesia, kata dia, berpotensi menjadi emerging market. Selain itu kualitas pasar modal nasional menurutnya dapat meningkat dan semakin dipercaya oleh investor global apabila peluang tersebut dimanfaatkan dengan baik.(Ant/H-4)
PEMBEKUAN sementara proses rebalancing (atur ulang) indeks untuk saham-saham di pasar saham Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International atau MSCI dinilai sebagai sinyal teknis
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Selasa, 10 Maret 2026, dibuka menguat mengikuti pergerakan bursa global.
IHSG ditutup melemah tajam ke level 7.337 pada Senin (9/3/2026). Simak analisis penyebab anjloknya bursa akibat lonjakan harga minyak dan inflasi global di sini.
Sikap risk-off investor disebabkan oleh eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah, serta tingginya yield US Treasury akibat ekspektasi suku bunga The Fed yang tertahan tinggi.
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) memulai perdagangan Jumat (6/3) dengan pergerakan melemah.
IHSG ditutup menguat 1,76 persen ke posisi 7.710,54 pada Kamis (5/3/2026). Simak analisis aksi bargain hunting investor dan daftar saham top gainers hari ini.
IHSG Kamis pagi (5/3/2026) dibuka menguat 118,29 poin ke level 7.695,35. Simak analisis teknikal, kurs Rupiah terbaru, dan rekomendasi saham pilihan di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved