Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

IHSG Ditutup Melemah, Panic Selling setelah Pembekuan MSCI?

Media Indonesia
28/1/2026 18:22
IHSG Ditutup Melemah, Panic Selling setelah Pembekuan MSCI?
Pengunjung berada di lantai bursa dengan latar belakang pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (28/1/2026)(Usman Iskandar/MI)

INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (28/1) sore ditutup melemah yang diyakini memicu panic selling pelaku pasar setelah pembekuan oleh Morgan Stanley Capital International atau MSCI soal rebalancing saham. Penurunan IHSG memicu trading halt.

"Pengumuman MSCI yang tidak memberikan tambahan bobot maupun rebalancing bagi saham Indonesia menjadi pemicu awal tekanan pasar, namun penurunan IHSG hingga memicu trading halt lebih mencerminkan reaksi emosional dan aksi panic selling jangka pendek,"kata Pengamat Pasar Modal Indonesia Reydi Octa di Jakarta, Rabu (28/1).

IHSG ditutup melemah 659,67 poin atau 7,35 persen ke posisi 8.320,55. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 63,58 poin atau 7,26 persen ke posisi 812,53. Meskipun demikian tidak ada perubahan pada emiten besar ataupun pasar domestik setelah pembekuan MSCI.

Ia menjelaskan pembekuan oleh MSCI pada Februari 2025, dinilai bisa menahan arus dana pasif keluar dari IHSG.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sebelas atau semua sektor melemah yaitu sektor energi turun paling dalam sebesar 9,57 persen, diikuti oleh sektor barang baku dan sektor industri yang turun masing- masing sebesar 7,88 persen dan 6,19 persen.

Sementara itu, Direktur Eksekutif CSA Institute David Sutyanto menilai pembekuan oleh MSCI yang memengaruhi  IHSG  memberikan kesempatan bagi pasar modal Indonesia untuk melakukan penguatan struktural yang akan berdampak positif dalam jangka panjang.

 "Koreksi IHSG hari ini sebaiknya dipahami sebagai refleksi dari proses penyesuaian pasar terhadap informasi baru," ujar David di Jakarta, Rabu.

Indonesia, kata dia, berpotensi menjadi emerging market. Selain itu kualitas pasar modal nasional menurutnya dapat meningkat dan semakin dipercaya oleh investor global apabila peluang tersebut dimanfaatkan dengan baik.(Ant/H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya