Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Anjloknya harga emas pada perdagangan hari ini memberikan tekanan langsung terhadap sentimen saham-saham tambang emas di Bursa Efek Indonesia (BEI). Koreksi tajam pada harga logam mulia membuat investor bersikap lebih berhati-hati di awal perdagangan, meskipun pergerakan saham emiten emas tercatat tidak sepenuhnya seragam.
Berdasarkan data pasar, harga emas batangan Antam hari ini turun tajam menjadi Rp2.501.000 per gram, atau terkoreksi sekitar Rp95.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya. Sementara itu, harga buyback emas Antam berada di kisaran Rp2.204.000 per gram. Penurunan ini dipicu oleh aksi ambil untung (profit taking) serta penguatan dolar AS yang menekan harga emas global.
Tekanan pada harga emas tersebut mulai tercermin pada pergerakan saham tambang emas domestik. Pada awal perdagangan hari ini, sejumlah saham emiten emas di BEI dibuka dengan pergerakan variatif.
📊 Data Saham Tambang Emas Indonesia saat pembukaan (Awal Perdagangan)
Catatan: Untuk MDKA, ARCI, dan PSAB, angka di atas mencerminkan harga real-time pada awal sesi perdagangan, seiring belum seluruh platform menampilkan harga pembukaan resmi secara simultan.
Koreksi harga emas hari ini menjadi katalis utama yang memengaruhi sentimen jangka pendek saham tambang. Emiten dengan eksposur langsung terhadap harga emas cenderung lebih sensitif terhadap volatilitas komoditas, terutama setelah reli emas yang cukup panjang dalam beberapa waktu terakhir.
Saham ANTM dan BRMS tercatat membuka perdagangan relatif stabil, meskipun berada di bawah tekanan sentimen global. Sementara itu, saham seperti MDKA dan ARCI bergerak fluktuatif, mencerminkan sikap investor yang masih menunggu kepastian arah harga emas ke depan.
Pelaku pasar menilai penurunan harga emas saat ini masih bersifat koreksi jangka pendek, namun cukup untuk mendorong investor melakukan penyesuaian portofolio, khususnya pelaku pasar jangka pendek.
Analis mengingatkan bahwa volatilitas saham emas berpotensi berlanjut selama harga emas dunia belum kembali stabil. Selain faktor harga emas, pergerakan indeks global, nilai tukar rupiah, serta arus dana asing juga akan menjadi faktor penentu arah saham tambang. (Ajaib/Z-10)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup perdagangan terakhir tahun 2025 dengan kinerja positif, menguat tipis sebesar 2,68 poin.
IHSG mengakhiri perdagangan Selasa sore di zona merah. Tekanan jual muncul seiring investor melakukan aksi ambil untung (profit taking) menjelang libur dan cuti bersama Natal.
Sektor non-migas menjadi pendorong utama surplus perdagangan Batam pada September 2025, dengan mesin dan peralatan listrik (HS 85) mendominasi ekspor dengan nilai US$831,02 juta.
PRESIDEN Prabowo Subianto menyatakan pentingnya dukungan terhadap investasi asing sebagai bagian dari upaya mempercepat kemakmuran nasional.
Indonesia mendorong penyelesaian perundingan reviu ASEAN-India Trade in Goods Agreement (AITIGA) pada akhir 2025.
IHSG dan kapitalisasi pasar BEI cetak rekor ATH pada pekan 12–15 Januari 2026. Simak data transaksi harian, aksi beli asing, dan pencatatan obligasi terbaru.
IHSG Sesi I ditutup stagnan di 8.884. Simak analisis dampak depresiasi Rupiah, rekor harga emas ATH, hingga guncangan investigasi kriminal Jerome Powell.
Sejalan dengan penguatan IHSG, kapitalisasi pasar BEI turut meningkat sebesar 1,79% menjadi Rp16.301 triliun, dari Rp16.014 triliun pada pekan sebelumnya.
Lengkap dan terbaru! Ini daftar 8 saham yang terafiliasi dengan Happy Hapsoro, mulai dari RAJA, RATU IPO 2025, SINI, hingga PADI. Cek status kepemilikan dan afiliasinya.
IHSG pada 8 Januari 2026 di Bursa Efek Indonesia ditutup melemah 19,33 atau 0,22 persen ke posisi 8.925,46. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 3,70 poin
IHSG Bursa Efek Indonesia 8 Januari 2026 ditutup melemah. Analis Pasar Modal Indonesia Reydi Octa mengatakan IHSG kemungkinan sedikit terdampak suku bunga acuan dan inflasi
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved