Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Harga Emas Anjok di Akhir 2025, Saham ANTM hingga MDKA Bergerak Variatif

 Gana Buana
30/12/2025 10:30
Harga Emas Anjok di Akhir 2025, Saham ANTM hingga MDKA Bergerak Variatif
Karyawan mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Senin (1/12/2025).(MI/Usman Iskandar)

Anjloknya harga emas pada perdagangan hari ini memberikan tekanan langsung terhadap sentimen saham-saham tambang emas di Bursa Efek Indonesia (BEI). Koreksi tajam pada harga logam mulia membuat investor bersikap lebih berhati-hati di awal perdagangan, meskipun pergerakan saham emiten emas tercatat tidak sepenuhnya seragam.

Berdasarkan data pasar, harga emas batangan Antam hari ini turun tajam menjadi Rp2.501.000 per gram, atau terkoreksi sekitar Rp95.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya. Sementara itu, harga buyback emas Antam berada di kisaran Rp2.204.000 per gram. Penurunan ini dipicu oleh aksi ambil untung (profit taking) serta penguatan dolar AS yang menekan harga emas global.

Saham Tambang Emas Merespons Koreksi Harga Emas

Tekanan pada harga emas tersebut mulai tercermin pada pergerakan saham tambang emas domestik. Pada awal perdagangan hari ini, sejumlah saham emiten emas di BEI dibuka dengan pergerakan variatif.

📊 Data Saham Tambang Emas Indonesia saat pembukaan (Awal Perdagangan)

  • ANTM (PT Aneka Tambang Tbk): Rp 3.270
  • BRMS (PT Bumi Resources Minerals Tbk): Rp 1.170
  • MDKA (PT Merdeka Copper Gold Tbk): Rp 2.200
  • ARCI (PT Archi Indonesia Tbk): Rp 1.615
  • PSAB (PT J Resources Asia Pasifik Tbk): Rp 550

Catatan: Untuk MDKA, ARCI, dan PSAB, angka di atas mencerminkan harga real-time pada awal sesi perdagangan, seiring belum seluruh platform menampilkan harga pembukaan resmi secara simultan.

Investor Mulai Selektif

Koreksi harga emas hari ini menjadi katalis utama yang memengaruhi sentimen jangka pendek saham tambang. Emiten dengan eksposur langsung terhadap harga emas cenderung lebih sensitif terhadap volatilitas komoditas, terutama setelah reli emas yang cukup panjang dalam beberapa waktu terakhir.

Saham ANTM dan BRMS tercatat membuka perdagangan relatif stabil, meskipun berada di bawah tekanan sentimen global. Sementara itu, saham seperti MDKA dan ARCI bergerak fluktuatif, mencerminkan sikap investor yang masih menunggu kepastian arah harga emas ke depan.

Pelaku pasar menilai penurunan harga emas saat ini masih bersifat koreksi jangka pendek, namun cukup untuk mendorong investor melakukan penyesuaian portofolio, khususnya pelaku pasar jangka pendek.

Waspadai Volatilitas Lanjutan

Analis mengingatkan bahwa volatilitas saham emas berpotensi berlanjut selama harga emas dunia belum kembali stabil. Selain faktor harga emas, pergerakan indeks global, nilai tukar rupiah, serta arus dana asing juga akan menjadi faktor penentu arah saham tambang. (Ajaib/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik