Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

IHSG Turun 0,20 Persen Jelang Penutupan Perdagangan 2025

 Gana Buana
30/12/2025 10:13
IHSG Turun 0,20 Persen Jelang Penutupan Perdagangan 2025
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka di zona merah pada Selasa (30/12) pagi.(Antara)

INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka di zona merah pada Selasa pagi, seiring aksi ambil untung investor menjelang berakhirnya perdagangan bursa tahun 2025.

Pada pembukaan perdagangan, IHSG terkoreksi 16,85 poin atau 0,20% ke level 8.627,40. Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 ikut melemah 4,51 poin atau 0,53% dan berada di posisi 847,52.

Dilansir dari Antara, Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim menyampaikan bahwa memasuki awal 2026, pelaku pasar akan lebih fokus mencermati rilis sejumlah indikator ekonomi utama dari dalam negeri.

Ia memproyeksikan indeks S&P Global Manufacturing PMI Indonesia pada Desember 2025 meningkat ke level 53,6, dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di angka 53,3. Kinerja sektor manufaktur tersebut mencerminkan aktivitas industri yang masih berada di fase ekspansif.

Di sisi lain, inflasi domestik Desember 2025 diperkirakan berada di level 0,2% secara bulanan (month to month/mtm), sedikit lebih tinggi dibandingkan November 2025 sebesar 0,17%. Dengan demikian, inflasi tahunan (year on year/yoy) diproyeksikan turun menjadi 2,5 persen dari sebelumnya 2,72%.

Dari eksternal, perhatian investor tertuju pada rilis notulen rapat Federal Open Market Committee (FOMC Minutes) The Federal Reserve periode Desember 2025. Selain itu, pasar juga menanti data Manufacturing PMI China yang diperkirakan menunjukkan perbaikan tipis dibandingkan bulan sebelumnya.

Sentimen positif global turut datang dari keyakinan bahwa bank sentral AS semakin mendekati akhir siklus pengetatan kebijakan moneternya. Sejumlah pelaku pasar mulai mengantisipasi peluang pemangkasan suku bunga pada tahun depan.

Penurunan tekanan inflasi di Amerika Serikat dalam beberapa pekan terakhir semakin memperkuat ekspektasi bahwa The Fed berpotensi mulai melonggarkan kebijakan moneter pada 2026, yang pada gilirannya menjadi katalis positif bagi aset berisiko.

Pada perdagangan Senin (29/12), bursa saham Eropa ditutup bervariasi. Indeks Euro Stoxx 50 menguat 0,09%, DAX Jerman naik 0,05%, dan CAC Prancis bertambah 0,10%. Sementara itu, FTSE 100 Inggris terkoreksi tipis 0,04%.

Pergerakan campuran juga terjadi di Wall Street. Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 0,51% ke level 48.461,93. Sebaliknya, indeks S&P 500 menguat 0,35% ke posisi 6.905,75, sedangkan Nasdaq Composite turun 0,46% dan ditutup di 25.525,84.

Sementara itu, bursa saham Asia pada perdagangan pagi ini bergerak beragam. Indeks Nikkei Jepang turun 110,92 poin atau 0,22% ke level 50.416,00. Indeks Shanghai melemah 0,08% ke 3.961,37. Di sisi lain, Hang Seng Hong Kong menguat 0,17% ke posisi 25.679,00, dan Strait Times Singapura naik 0,41& ke level 4.652,02. (Ant/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik