Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPUTUSAN pemerintahan Trump untuk memulai penyelidikan kriminal terhadap Ketua Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell, memicu gelombang kekhawatiran di pasar finansial. Investor merespons dengan menghidupkan kembali tren "Sell America" pada Minggu malam, yang ditandai dengan aksi jual masif pada kontrak berjangka saham, obligasi, dan mata uang dolar AS.
Meski demikian, guncangan di pasar saham sempat mereda pada Senin (12/1). Indeks Dow Jones berhasil bangkit dari keterpurukan 500 poin dan ditutup menguat 0.17% di level rekor tertinggi. Langkah serupa diikuti oleh S&P 500 yang naik 0.16% dan Nasdaq yang menguat 0.26%.
Namun, pemulihan di sektor saham tidak diikuti oleh penguatan dolar. Indeks dolar tetap tertekan terhadap mata uang utama lainnya, sementara imbal hasil (yield) obligasi Treasury 10-tahun melonjak mendekati level tertinggi dalam satu bulan di angka 4.19%. Kenaikan yield ini menjadi sinyal upaya pemerintah menekan The Fed justru bisa berbalik arah, membuat suku bunga tetap tinggi. Kondisi itu berlawanan dengan keinginan presiden.
Ketegangan politik ini mendorong investor beralih ke aset aman (safe haven). Harga emas berjangka melonjak 2.5% ke rekor tertinggi di atas US$4,600 per troy ounce, sementara perak melesat hingga 7.3% melampaui US$86 per troy ounce. Fenomena ini oleh Wall Street disebut sebagai "debasement trade", di mana investor menumpuk aset keras karena khawatir nilai mata uang dan obligasi negara akan merosot akibat hilangnya kredibilitas institusi.
Paul Ashworth, Kepala Ekonom Amerika Utara di Capital Economics, menilai investor mungkin menganggap upaya merusak independensi The Fed akan gagal. Namun, lonjakan logam mulia tetap menjadi sinyal bahwa pasar sedang bersiap menghadapi volatilitas tinggi.
Independensi bank sentral dianggap sebagai fondasi stabilitas pasar global agar kebijakan moneter bebas dari kepentingan politik jangka pendek. Jika kepercayaan ini runtuh, dampaknya bisa fatal bagi ekonomi Amerika.
“Erosi kepercayaan yang berkepanjangan terhadap independensi Federal Reserve dapat membebani greenback (dolar), mengangkat imbal hasil jangka panjang, dan memperkuat volatilitas pasar global, hasil yang bertentangan dengan tujuan yang dinyatakan pemerintah,” ujar Karl Schamotta, Kepala Strategi Pasar di Corpay.
Senada dengan hal tersebut, Krishna Guha dari Evercore ISI memperingatkan risiko terhadap independensi The Fed akan menjadi tema kunci sepanjang tahun 2026.
“Kami berpendapat bahwa tren (Sell America) bisa saja semakin cepat dan akan bertahan lama, dengan risiko independensi Fed sebagai tema utama sepanjang tahun '26,” tulis Guha dalam catatan Senin. Namun, ia menambahkan, “Investor telah belajar hidup dengan gertakan Trump terhadap Fed, dan Powell hanya menyisakan empat bulan masa jabatan.”
Meskipun pasar saham menunjukkan ketahanan pada awal pekan ini, mata dunia kini tertuju pada apakah institusi keuangan AS mampu mempertahankan kredibilitasnya di tengah tekanan politik yang luar biasa dari Gedung Putih. (CNN/Z-2)
Trevor Noah memberikan kejutan di pembukaan Grammy Awards 2026. Sang host menyindir ketidakhadiran Nicki Minaj yang disebutnya tengah sibuk bersama Donald Trump.
Presiden Donald Trump mengumumkan penutupan operasional Kennedy Center selama dua tahun mulai 4 Juli 2026 demi membangun kompleks hiburan kelas dunia yang baru.
Hari ke-1.438: Kyiv alami blackout akibat cuaca, Rusia klaim kuasai Toretske, dan utusan AS-Rusia bertemu di Florida bahas perdamaian di bawah arahan Donald Trump.
Serangan drone Rusia di Ukraina timur menewaskan 12 penambang dan menghantam rumah sakit bersalin di Zaporizhzhia di tengah suhu ekstrem dan penundaan perundingan damai.
Ia juga menyinggung peran Indonesia dalam membangun ASEAN sebagai upaya menjaga stabilitas kawasan.
Wall Street Journal, mengutip sumber, melaporkan bahwa Pentagon dan Gedung Putih telah menyampaikan rancangan rencana dan skenario yang dibuat bersama terkait serangan AS ke Iran.
Presiden AS Donald Trump menyebut Gubernur Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell telah merugikan perekonomian AS karena menolak menurunkan suku bunga acuan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved