Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
SA dan LT merakit bom dengan menggunakan bahan kimia beracun abrin, yang merupakan ekstrak biji saga. Racun itu sangat berbahaya karena bisa membunuh ratusan orang.
Mabes Polri menguak jaringan JAD Bekasi pimpinan Abu Zee, yang menaungi Abu Rara, akan melancarkan serangan teror di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Solo.
Dari berbagai informasi yang diperoleh Media Indonesia di lapangan menyebutkan, sepanjang Selasa siang, Tim 'Burung Hantu' Mabes Polri ini menangkap tiga terduga dari dua tempat berbeda.
Sebagian diduga merupakan jaringan berafiliasi dengan Jamaah Ansharut Daulah (JAD), Jamaah Islamiyah (JI), dan bersumpah ke Islamic State (IS).
Polisi masih mencari tahu dari mana para terduga teroris mendapatkan Abrin dan didalami oleh laboratorium forensik Polri.
Sedikitnya 26 terduga teroris telah ditangkap paskapenusukan Menko Polhukam Wiranto, tidak ada kaitannya dengan upaya teror saat pelantikan presiden Jokowi pada 20 Oktober mendatang.
Barang-barang yang diamankan seperti sepeda motor, ponsel, beberapa kartu ATM, senjata tajam dari berbagai macam jenis.
Jika 22 tersangka (terduga teroris) ini tidak diamankan, mereka akan melakukan bom bunuh diri di Solo dan Jogja. Maka dari itu, Densus 88 bergerak cepat sesuai dengan fakta hukum itu.
S ditangkap di kawasan Jalan Kanggraksan, Kota Cirebon. Penangkapan dilakukan pada Senin (14/10) sekitar pukul 21.40 WIB. S saat ini sudah dibawa oleh Densus 88 untuk menjalani pemeriksaan.
"Untuk kelompok tersebut melakukan amaliyah secara random, artinya bisa kepada siapa saja, tetapi sasaran utama yang mereka fokus adalah kepolisian," kata Dedi
Densus 88 terus berupaya melakukan preemptive strike dalam rangka memitigasi rencana aksi teror
JA yang berusia 14 tahun diduga dipersiapkan sebagai pelaku bom bunuh diri.
R alias Putra menjadi mastermind kelompok jaringan media sosial Telegram,
KETUA Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj mengatakan negara tidak boleh kalah melawan radikalisme dan terorisme yang terjadi di Tanah Air.
DETASEMEN Khusus 88 Antiteror Mabes Polri telah menangkap sedikitnya 22 tersangka teroris di sejumlah daerah dalam kurun 10-14 Oktober 2019.
Belum diketahui apakah cairan kimia itu digunakan untuk membuat bom atau akan digunakan untuk kepentingan lain.
Penangkapan LT ini masih berkaitan dengan YF yang ditangkap pada Minggu (13/10) malam dan terduga lain di Cirebon serta Indramayu.
Dari hasil penggeledahan Densus 88, ditemukan beberapa barang bukti berupa satu berwarna putih dan loreng yang isinya ponsel bekas beberapa kertas catatan dan beberapa botol gas.
Kelompok ini disebut melakukan amaliyah secara independen sesuai kemampuan masing-masing anggota.
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved