Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan jaringan JAD Bandung dalam melakukan amaliyah atau tindakan teror mengunakan serangan beberapa senjata, mulai dari pistol hingga senjata tajam.
"Kalau JAD Bandung dia menggunakan serangan beberapa senjata tadi, ada senapan angin, airsoft gun, ada pisau, dan beberapa senjata tajam. Itu yang akan dilakukan untuk melakukan serangan baik secara personal maupun tempat yang saya sebutkan," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (15/10).
Dedi menjelaskan berbeda dengan JAD Bandung, di mana JAD Cirebon mempersiapkan suicide bomber atau pengantin yang memiliki high explosive atau daya ledak tinggi untuk melakukan amaliyah.
"Kalau tadi saya sebutkan ada beberapa kelompok yang terkait masalah penyiapan bom, itu seperti Abu Zee yang menyiapkan beberapa bom yang memiliki kekuatan explosive. Kalau yang di Cirebon mereka lebih terstruktur dengan menyiapakan suicide bomber," sebutnya.
Secara struktural sebenarnya mereka terlepas, kata Dedi, artinya mereka dipersilakan sesuai dengan kemampuan masing-masing untuk melakukan aksi amaliahnya di mana saja, kapan saja, dengan sasaran siapa saja
"Tentu sasaran utama adalah thogut, yaitu kepolisian. Sasaran berikutnya adalah pejabat-pejabat negara yang bersangkutan sebagai sasaran pelaku terorisme baik yang terstruktur di lapangan maupun secara virtual atau komunikasi lewat media sosial," lanjutnya.
Dedi memastikan kedua kelompok jaringan JAD itu setelah membaiat diri ke negara Islam yang berbasis di Irak dan Suriah (ISIS), maka memiliki independensi dan melakukan amaliyah sesuai dengan kemampuan masing-masing dan peralatan yang mudah didapatkan.
Sebelumnya, Dedi menyebut tim Densus 88 Antiteror kembali menangkap 4 orang terduga teroris, masing-masing 2 orang JAD Bandung dan 2 orang JAD Cirebon.
Baca juga: Sejumlah Bahan Peledak Disita dari Rumah Terduga Teroris Lampung
"Terkait JAD di Jawa Barat, ada dua JAD yang dilakukan upaya penegakan hukum yaitu JAD yang di Bandung maupun JAD yang Cirebon," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (15/10).
Dedi menjelaskan, Densus 88 Antiteror menangkap empat terduga teroris itu di lokasi berbeda. Yakni terduga teroris berinisial S dan LT diringkus di Cirebon sedangkan terduga teroris berinisial DP dan MNA di Bandung.
"Kemarin JAD Cirebon saya sampaikan kepada rekan-rekan sudah dilakukan penagkapan atau preemtive strike tiga orang atas nama RF kemudian BA dan YF. Yang Hari ini ditangkap oleh Densus 88 atas nama S dan LT," sebutnya.
Menurutnya, dalam penangkapan S bersama LT cukup banyak ditemukan barang bukti dan diamankan seperti sepeda motor, handphone, beberapa kartu ATM, senjata tajam dari berbagai macam jenis.
"Kemudian ada beberapa buku-buku dasar untuk mikrologi coba untuk merakit. Kemudian ada juga buku-buku kimia, kemudian ada beberapa buku-buku terorisme dan berbagai macam peralatan kimia dan berbagai macam bahan yang sudah siap dijadikan bom," terangnya.
Selanjutnya, Densus 88 Antiteror menangkap 2 terduga teroris di Bandung yakni berinisial DP dan MNA. Lanjut Dedi, untuk JAD Bandung sasaranya memang anggota kepolisian, Mako Brimob yang ada di Bandung dan tempat ibadah.
"Yang baru ditangkap DP dan MNA. Dari MNA barang bukti ada airsoft gun, pisau lipat, dan satu botol cairan putih yang didalami labfor. Untuk JAD Bandung sasarannya polisi dan tempat ibadah. Kalau Cirebon suicide bomber, kalau Bandung penyerangan menggunakan senjata itu tadi," pungkasnya. (OL-1)
Meski antrean terlihat panjang, suasana terlihat tertib. Warga datang sesuai jadwal yang sudah mereka “rebutkan” sebelumnya melalui aplikasi PINTAR milik Bank Indonesia (BI).
de Braga by ARTOTEL menghadirkan program buka puasa “A Wishful Ramadan” dengan konsep all you can eat menu Nusantara di suasana heritage Jalan Braga, Bandung.
Program Bazar Murah dijadwalkan berlangsung mulai 2 hingga 6 Maret 2026 dan menyasar 15 kecamatan di Kota Bandung.
Kunjungan ini menjadi upaya memperkuat gerakan pilah sampah dari rumah sekaligus mendorong replikasi pengelolaan berbasis komunitas di tingkat RW.
Pemkot Bandung berencana menyiapkan program pembinaan khusus, termasuk dukungan teknis dalam pengelolaan sampah dan air limbah secara mandiri.
Sebagai langkah perbaikan, Perhutani bersama pengelola legal mulai memperbaiki infrastruktur yang rusak secara bertahap.
GUBERNUR Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan tidak ada kenaikan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) untuk tahun 2026
SEBANYAK 60 Posko Piket Lebaran 2026 yang tersebar di sejumlah wilayah di Jawa Barat. Posko itu bisa dijadikan tempat beristirahat, minum atau menggunakan toilet selama mudik lebaran 2026.
Tim yang telah dibentuk sejak 11 November 2025 ini dijadwalkan bertugas hingga 13 Januari 2026
Asep menekankan bahwa pencapaian target PAD tidak bisa dilakukan oleh Bapenda sendirian.
Langkah strategis ini bertujuan meminimalkan konflik agraria serta mencegah eskalasi bencana lingkungan di wilayah Jawa Barat.
Dedi menyatakan bahwa inventarisasi dan penetapan batas sempadan oleh Kementerian PU akan menjadi "senjata" bagi pemerintah daerah untuk melakukan penegakan hukum secara tegas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved