Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Targetkan PAD Rp30,1 Triliun di 2026, Jawa Barat Perkuat Strategi Fiskal Adaptif

Naviandri
21/12/2025 17:54
Targetkan PAD Rp30,1 Triliun di 2026, Jawa Barat Perkuat Strategi Fiskal Adaptif
Kantor Bapenda Jabar.(Istimewa)

Di tengah bayang-bayang perlambatan ekonomi nasional dan global, Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) menetapkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp30,1 Triliun untuk tahun anggaran mendatang. Target ambisius ini dipatok sebagai fondasi utama untuk menjaga keberlanjutan pembangunan di sektor-sektor pelayanan dasar.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jabar, Asep Supriatna, menyatakan bahwa alokasi pendapatan tersebut akan diprioritaskan untuk memperkuat sektor kesehatan, infrastruktur publik, pendidikan, ketahanan pangan, hingga perumahan rakyat.

Guna mengamankan target tersebut, Bapenda Jabar kini tengah merumuskan langkah strategis bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Fokus utama koordinasi ini adalah melakukan evaluasi total terhadap aset-aset strategis milik daerah.

"Kami sedang mengevaluasi ulang skema kerja sama pengelolaan aset dengan badan usaha. Di tengah dinamika ekonomi global, pemerintah daerah harus lebih adaptif dalam mencari solusi agar pendapatan tetap optimal," jelas Asep, Minggu (21/12).

Langkah adaptif ini menjadi krusial mengingat adanya tantangan fiskal dari pusat. Pemprov Jabar harus menyikapi potensi penurunan Dana Bagi Hasil (DBH) yang diperkirakan mencapai Rp600 miliar per tahun.

Asep menekankan bahwa pencapaian target PAD tidak bisa dilakukan oleh Bapenda sendirian. Diperlukan sinergi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mendorong investasi dan penyerapan tenaga kerja yang berkontribusi pada pajak daerah.

"Kinerja antar-OPD saling memengaruhi. Investasi yang masuk dan serapan tenaga kerja yang baik secara tidak langsung akan memperkuat basis pendapatan kita, meskipun secara teknis jalur tanggung jawabnya berbeda," bebernya.

Asep juga tidak memungkiri bahwa tekanan pada industri otomotif nasional turut memberikan dampak bagi Jabar, mengingat Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) merupakan salah satu kontributor utama PAD. Kondisi industri yang sedang lesu menuntut Bapenda untuk mencari terobosan baru atau intensifikasi pada sektor pajak lainnya.

Terkait realisasi pendapatan tahun berjalan (2025), Bapenda masih melakukan evaluasi menyeluruh hingga akhir Desember untuk memetakan tantangan yang ada.

“Tahun 2025 penuh tantangan bagi hampir seluruh daerah. Kami harus menyesuaikan kebijakan fiskal dengan dinamika kebijakan nasional. Fokus kami adalah beradaptasi dan mencari terobosan agar kinerja pendapatan daerah pada 2026 dapat tercapai secara maksimal,” pungkas Asep. (AN/P-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Aries
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik