Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan tim Densus 88 Antiteror kembali menangkap 4 orang terduga teroris, masing-masing 2 orang JAD Bandung dan 2 orang JAD Cirebon.
"Terkait JAD di Jawa Barat, ada dua JAD yang dilakukan upaya penegakan hukum yaitu JAD yang di Bandung maupun JAD yang Cirebon," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (15/10).
Dedi menjelaskan, Densus 88 Antiteror menangkap empat terduga teroris itu di lokasi berbeda. Yakni terduga teroris berinisial S dan LT diringkus di Cirebon sedangkan terduga teroris berinisial DP dan MNA di Bandung.
"Kemarin JAD Cirebon saya sampaikan kepada rekan rekan sudah dilakukan penagkapan atau preemtive strike tiga orang atas nama RF kemudian BA dan YF. Yang Hari ini ditangkap oleh Densus 88 atas nama S dan LT," sebutnya.
Menurutnya, dalam penangkapan S bersama LT cukup banyak ditemukan barang bukti yang diamankan. Barang-barang yang diamankan seperti sepeda motor, ponsel, beberapa kartu ATM, senjata tajam dari berbagai macam jenis.
"Kemudian ada beberapa buku-buku dasar untuk mikrologi coba untuk merakit. Kemudian ada juga buku-buku kimia, kemudian ada beberapa buku-buku terorisme dan berbagai macam peralatan kimia dan berbagai macam bahan yang sudah siap dijadikan bom," terangnya.
Baca juga: Densus 88 Tangani Secara Khusus Terduga Teroris Di Bawah Umur
Selanjutnya, Densus 88 Antiteror menangkap 2 terduga teroris di Bandung yakni berinisial DP dan MNA. Lanjut Dedi, untuk JAD Bandung sasaranya memang anggota kepolisian, Mako yang ada di Bandung dan tempat ibadah.
"Yang baru ditangkap DP dan MNA. Dari MNA barang bukti ada airsoftgun, pisau lipat, dan satu botol cairan putih yang didalami labfor. Untuk JAD Bandung sasarannya polisi dan tempat ibadah. Kalau Cirebon suicide bomber, kalau Bandung penyerangan menggunakan senjata itu tadi," paparnya.
Sebelumnya, Tim Densus 88 telah menangkap sembilan orang terduga teroris JAD Jawa Barat masing-masing berinsial WBN, JJ, AAS, AD, LT, BA, RF, N, dan YF. Mereka dibekuk di Kota Bandung, Kota/Kabupaten Cirebon, dan Indramayu. (A-4)
Tim yang telah dibentuk sejak 11 November 2025 ini dijadwalkan bertugas hingga 13 Januari 2026
Asep menekankan bahwa pencapaian target PAD tidak bisa dilakukan oleh Bapenda sendirian.
Langkah strategis ini bertujuan meminimalkan konflik agraria serta mencegah eskalasi bencana lingkungan di wilayah Jawa Barat.
Dedi menyatakan bahwa inventarisasi dan penetapan batas sempadan oleh Kementerian PU akan menjadi "senjata" bagi pemerintah daerah untuk melakukan penegakan hukum secara tegas.
Faris menyatakan pesimisme terhadap upaya islah yang telah dilakukan.
Tepung kemasan bermerek membuat produk disukai pembeli dari berbagai wilayah
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved