Selasa 15 Oktober 2019, 10:03 WIB

Densus 88 Tangani Secara Khusus Terduga Teroris Di Bawah Umur

Ferdian Ananda Majni | Politik dan Hukum
Densus 88 Tangani Secara Khusus Terduga Teroris Di Bawah Umur

ANTARA/Novrian Arbi
Ilustrasi Densus 88

 

KEPALA Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan pihaknya akan menangani secara khusus seorang terduga teroris berinisial JA, 14, yang ditangkap bersama ayahnya, AP, di sebuah rumah kost, Jalan Sedap Malam, Denpasar, Bali.

"Karena JA masih di bawah umur, Densus 88 akan memperlakukannya secara khusus," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (14/10)

Dedi menjelaskan, JA diduga dipersiapkan sebagai pelaku bom bunuh diri. Meski demikian, Densus 88 akan mendalami guna memastikan peran anak di bawah umur tersebut.

Menurutnya, ayah dan anak itu memiliki hubungan yang dekat dengan pelaku penyerangan Menko Polhukam Wiranto berinisial SA alias Abu Rara yang terjadi di Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten.

"Untuk menyusun penyerangan atau amaliyah. Mengetahui tentang rencana Abu Rara yang melaksanakan amaliyah, merencanakan aksi teror di Bali, sasaran-sasaran tertentu tidak perlu saya sebutkan," terangnya.

Baca juga: Densus 88 Dalami Terduga Teroris Pembuat Group Telegram

Dalam aktivitasnya, AP disebut aktif menyebarkan cara atau tutorial merakit bom lewat media sosial. Dia memberikan pelatihan tersebut di jaringan kelompok media sosial dengan nama 'Kordap Indo'.

"Aktif membuat tutorial merakit bom dengan judul kordap Indo, Mereka share di kelompok mereka. AP mengajak putranya JA melakukan aksi amaliyah," lanjutnya

Dari pengerebekan kediaman mereka, Densus 88 berhasil menyita barang bukti antara lain senjata tajam, anak panah, busur panah, buku rencana membuat bom. Serta beberapa bahan pembuat bom seperti baut, kumparan kabel, dan media bom.

Keduanya diduga telah bersumpah setia dengan pimpinan kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah alias Islamic State (IS), Abu Bakar Al Baghdadi.

Ayah dan anak terduga teroris itu hingga kini masih diperiksa secara khusus oleh Densus 88.

Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri telah menangkap sedikitnya 22 tersangka teroris di sejumlah daerah dalam kurun 10-14 Oktober 2019.

Penangkapan dilakukan menyusul terjadinya insiden penusukan terhadap Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10). (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More