Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Divisi Humas Polri, Irjen Pol Muhammad Iqbal, mengatakan, adanya anggota Polwan yang terpapar paham radikalisme menjadi pertimbangan guna meningkatkan pengawasan internal dan introspeksi diri di lingkungan kepolisian.
"Kalau melihat barang bukti tidak main-main (ancaman paham radikalisme), untuk polwan akan meningkatkan pengawasan internal karena kita sudah disusupi," kata Iqbal di Jakarta Selatan, Rabu (16/10).
Iqbal menjelaskan Bripda Nesti Ode Samili, Polwan yang bertugas di Polda Maluku Utara kini masih diawasi secara internal. Oleh karena itu, terhadap yang bersangkutan bisa diberikan pembinaan atau pemecatan.
Baca juga: Presiden Jokowi Besuk Lagi Wiranto di RSPAD
"Tetapi bukan untuk aksi terorisnya. Karena di negara kita aksi terorisnya itu diperadilan, walaupun dia teroris, kita selesaikan diperadialan, sangat hebat Criminal Justice system di negara kita. Azas praduga tak bersalah tetap kita usung," sebutnya.
Menurutnya, penangkapan para terduga teroris tersebut karena kerja keras Densus 88 Antiteror yang intensif dengan memaksimalkan kemampuan intelijen dan siber. Apalagi jaringan teroris itu bergerak, berpindah tempat.
"Walau Abu Rara sudah dimonitor, tetapi mereka bergerak. Kemana mereka sudah diikuti, seperti Tom and Jerry," pungkasnya. (OL-1)
Keterlibatan aktif orang tua dalam komunitas pengawasan dinilai menjadi faktor kunci dalam memutus mata rantai penyebaran paham ekstrem.
Mencegah radikalisme dan intoleransi berarti menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Ciri berikutnya adalah anak cenderung menarik diri dari pergaulan karena komunitas TCC membuat mereka nyaman sehingga anak-anak lebih suka menyendiri.
Densus 88 mengungkap remaja 14 tahun di Jepara memiliki koneksi dengan pendiri kelompok ekstremis Prancis BNTG dan aktif di komunitas True Crime.
BNPT mencatat 112 anak Indonesia terpapar radikalisasi terorisme lewat media sosial dan gim online sepanjang 2025, dengan proses yang makin cepat di ruang digital.
Radikalisme dan intoleransi tidak bisa dilawan hanya dengan regulasi, tetapi dengan penghayatan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman etis bersama.
Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mengingatkan adanya mantan pejabat yang diduga menjadi penumpang gelap dalam isu reformasi Polri.
PRESIDEN Prabowo Subianto meminta jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk tetap tabah dalam menjalankan tugas meskipun kerap menjadi sasaran serangan serta kritik tajam.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya profesionalisme, persatuan, dan kedekatan dengan rakyat dalam tubuh TNI dan Polri
KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak menyebut Presiden Prabowo menekankan evaluasi berkelanjutan dan peningkatan kinerja TNI-Polri demi rakyat.
Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri Jimly Asshiddiqie menilai reformasi Polri tak bisa instan karena 30 aturan internal perlu dibenahi.
Lemahnya fungsi pengawasan dinilai menjadi titik krusial yang menghambat keberhasilan agenda reformasi Polri
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved