Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
UNIVERSITAS Airlangga (Unair) Surabaya, Jawa Timur akan memnyempurnakan obat Covid-19, setelah nantinya menerima masukan dari semua pihak termasuk BPOM.
Apalagi, bila sudah membawa nama Presiden Joko Widodo. Dengan klaim calon obat tersebut adalah kemauan Jokowi.
Ali menjelaskan, adanya protokol riset bertujuan agar validitas hasil riset dapat dipercaya oleh masyarakat.
Obat covid-19 yang dihasilkan Tim Peneliti Unair bekerjasama dengan TNI-AD dan BIN masih perlu pendalaman lagi dan respons penilaian dari rekomendasi Badan POM agar mendapat ijin edar.
Langkah ini perlu dilakukan untuk memastikan keamanan obat yang dikelola Universitas Airlangga (Unair), TNI dan Badan Intelejen Negara (BIN) itu.
Obat-obat yang diklaim bisa menyembuhkan covid-19 perlu uji klinis sehingga aman dikonsumsi masyarakat dan dapat memberikan nilai saintifik serta nilai sosial yang terjamin.
"Sampai detik ini belum ada satu statement yang menyatakan bahwa ada obat yang aman dan manjur untuk covid-19," kata Anwar
Sampai sekarang belum ada izin edar dari BPOM untuk obat tersebut karena masih dalam uji klinis.
Dari penelitian yang dilakukan Unair dan diinisiasi BIN bekerja sama dengan TNI AD itu akhirnya membuahkan hasil positif dengan telah lolosnya uji klinis tahap 3.
Plh Ketua Fraksi PAN DPR RI, Saleh Partaonan Daulay mengapresiasi keberhasilan Universitas Airlangga dalam meracik obat covid-19 dan berharap tidak terkendala birokrasi.
Bambang pun berharap dengan adanya obat penawar covid-19, angka kematian akibat korona bisa menurun.
Hasil uji klinis temuan obat covid-19 mampu menyembuhkan pasien hingga 90 persen.
"Kalau sekali nggak datang nggak papa, dua kali nggak papa, ketiga kali nggak datang baru kita jemput," tandas Yusri.
Yusri menyebut Hadi saat ini dirawat di RS Medistra, Jakarta Selatan. Pemeriksaan terhadap Hadi belum dapat ditentukan karena masih menunggu pemeriksaan dokter.
Namun, Yusri enggan membeberkan poin tersebut lantaran hal itu termasuk materi penyidikan.
Tim penyidik Polda Metro Jaya (PMJ) terus menggali motif atau maksud tujuan musisi Erdian Aji Prihartanto alias Anji yang mengunggah video wawancaranya dengan Hadi Pranoto
MARAKNYA klaim obat covid-19 terjadi karena buruknya manajemen penanganan wabah yang dilakukan pemerintah.
"Yang jelas banyak pelajaran," kata Anji di Mapolda Metro Jaya, Senin (10/8).
Alhasil masyarakat mencari jalan sendiri untuk keluar dari krisis kesehatan akibat pandemi covid-19. Pemerintah diminta memperbarui manajemen penanganan pandemi.
Hadi, kata kuasa hukumnya, menunggu pemanggilan untuk menjelaskan isi wawancara yang diunggah di kanal Youtube milik Anji.
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved