Selasa 18 Agustus 2020, 12:34 WIB

Obat Covid-19 Karya BIN-Unair TInggal Tunggu Izin Edar

mediaindonesia.com | Humaniora
Obat Covid-19 Karya BIN-Unair TInggal Tunggu Izin Edar

Ist
Penyerahan simbolis hasil uji vaksin tahap ketiga obat anti covid-19, di Jakarta, Minggu (16/8).

 

FOTO: SERAH TERIMA: (Dari Kiri): Sukamta (anggota komisi I DPR RI), Prof DR Mohammad Nasih (Rektor Universitas Airlangga), Meutya Hafid (ketua komisi I DPR RI), Jenderal TNI Andika Perkasa (Kepala Staf Angkatan Darat), Komjen Pol Bambang Sunarwibowo (Sestama BIN), Bobby Rizaldi (anggota komisi I DPR RI), saat penyerahan simbolis hasil uji vaksin tahap ketiga obat anti covid-19, di Jakarta, Minggu (16/8).

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

KASUS positif covid-19 di Indonesia sudah lebih dari 130 ribu per Minggu (16/8). Sejak akhir Februari, pandemi covid-19 di Tanah Air bahkan telah mengakibatkan 6.000 orang meninggal dunia. Bahkan di dunia, jumlah kasus positif telah menembus angka 21 juta, dengan jumlah kematian mencapai 762 ribu orang.

Angka kematian akibat covid-19 di Indonesia cukup tinggi, bahkan melebihi rata-rata dari negara lain di dunia dalam persentasenya. Negara-negara di dunia, termasuk Indonesia, berlomba-lomba mencari dan menguji untuk menemukan obat antibodi virus korona baru ini.

Badan Intelijen Negara (BIN) sebagai garda keamanan paling depan di Tanah Air pun bergerak untuk membantu upaya pemerintah khususnya dalam pencegahan dan penyebaran covid-19. Sebagaimana arahan dari Kepala BIN Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan, lembaga ini kemudian membentuk intelijen medis.

Sejak virus ini dinyatakan menjangkiti Indonesia awal Maret, BIN melakukan tes cepat, berupa rapid test serta swab test di seluruh daerah Indonesia, di antaranya Jabodetabek, Bandung, dan Surabaya. SBIN juga melakukan tracing serta treatment agar pasien positif covid-19 bisa kembali pulih.

Langkah selanjutnya ialah menginisiasi pembuatan obat covid-19 dengan menggandeng Universitas Airlangga (Unair) Surabaya sebagai peneliti. Dari penelitian yang dilakukan Unair dan diinisiasi BIN bekerja sama dengan TNI AD itu akhirnya membuahkan hasil positif dengan telah lolosnya uji klinis tahap 3.

Hasil itu kemudian diserahkan Unair kepada TNI AD dan BIN untuk dianjutkan kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) agar dapat diproses izin edarnya.

“Obat ini tinggal menunggu izin edar dari BPOM,” kata Kepala Staf TNI AD Jenderal Andika Perkasa usai penyerahan uji klinis tahap ketiga obat penawar covid-19 oleh Unair) di Mabes TNI AD Jakarta, Minggu (16/8).

“Pada Rabu saya menghadap Kepala BPOM dalam rangka secara resmi mohon dukungan untuk percepatan izin,” lanjut Andika.

Penyerahan yang dilakukan di Mabes TNI AD itu dihadiri Sestama BIN Komjen Pol Bambang Sunarwibowo. Ia mewakili BIN menerima secara simbolis hasil uji klinis anti covid-19 dari Rektor Unair Mohammad Nasih.

“Kondisi pandemi covid-19  mengejutkan dunia termasuk Indonesia ini. Sementara kita belum ada vaksin maupun obat untuk penyembuhan pasien ini. Oleh karena itu, sesuai arah­an dari Kepala BIN, kami diarah­kan untuk mencari atau mempercepat penemuan vaksin dan obat ini,” ujar Bambang.

Menurut dia, pihaknya akan terus melakukan tes sebagai paya pencegahan, selain melakukan pengobatan kepada pasien guna mempercepat penyembuhan.

Bambang menyampaikan, proses uji klinis obat anti covid-19 pertama dimulai pada akhir Mei. Selanjutnya, tahap kedua dilakukan pada akhir Juni dan tahap ketiga atau terakhir pada 3 Agustus.

Seluruh tahapan tersebut telah melibatkan instansi dan lembaga terkait mulai dari BPOM, Komite Obat RS Unair, dan Balitbangkes Kementerian Kesehatan.

“Jadi proses ini sebenarnya sudah kami deteksi sejak Desember (2019), kemudian Januari mulai sejak ramai di Wuhan. Kemudian kami bekerja sama dengan Unair,” katanya. (S2-25)

 

Baca Juga

Antara/Batyu Pratama S

Agenda Perubahan Iklim di Sektor Energi Perlu Banyak Dibahas di COP 26 

👤Atalya Puspa 🕔Kamis 21 Oktober 2021, 21:07 WIB
Ia membandingkan dengan sektor foresty yang potensi penghasilan emisi karbonnya hanya 714 juta ton. Sementara itu, pengurangannya lebih...
Dok.SETWAPRES

Wapres: Indonesia Emas 2045 Bukan Anugerah, Tapi Harus Diupayakan

👤Mediaindonesia 🕔Kamis 21 Oktober 2021, 21:02 WIB
Kunci keberhasilan untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 ialah di ketersediaan sumber daya manusia (SDM)...
AFP

Catat, Ini Skema Keberangkatan dan Kepulangan Jemaah Umrah Saat Pandemi

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Kamis 21 Oktober 2021, 20:20 WIB
Satgas Penanganan Covid-19 mengingatkan calon jemaah umrah harus siap lahir dan bathin, serta disiplin protokol kesehatan di masa pandemi...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Menolakkan Ancaman Kemiskinan Ekstrem

Pemerintah perlu memastikan seluruh program penanggulangan kemiskinan ekstrem diterima rumah tangga miskin ekstrem yang ada di wilayah prioritas.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya