Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Penindasan militer selama berbulan-bulan telah menimbulkan ketidakpercayaan pada sistem perawatan kesehatan.
Sementara itu, PBB menyerukan rekonsiliasi di negara yang tengah dilanda kekerasan tersebut.
Jumlah kasus Covid-19 di Myanmar mengalami lonjakan dan tabung sulit didapat, beberapa orang terpaksa menggunakan tabung oksigen dari industri pengelasan.
Myanmar melaporkan 4.320 kasus baru pada Jumat (9/7), rekor untuk hari kedua berturut-turut dan 63 kematian.
Myanmar telah mengalami aksi protes massal dan respons brutal militer sejak kudeta 1 Februari yang menggulingkan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi.
Myanmar dalam beberapa bulan terakhir telah berkembang dari krisis politik menjadi bencana hak asasi manusia multi-dimensi.
Pemerintah Provinsi Yunan, Tiongkok, melaporkan 15 kasus baru Covid-19 yang ditularkan secara lokal pada Selasa (6/7) dengan semua kasus berada di Kota Ruili, yang berbatasan dengan Myanmar.
"Semua orang di rumah Amay, termasuk Amay (Suu Kyi), telah divaksinasi,"
Seminggu kemudian, perusahaan telekomunikasi dikirimi surat kedua yang memberi tahu mereka bahwa mereka memiliki waktu hingga Senin (5/7) untuk sepenuhnya menerapkan teknologi penyadapan.
Para demonstran mengirim pesan kepada pemimpin junta militer dengan ucapan "Semoga hari ulang tahun dan hari kematian Anda sama,".
“Sanksi tersebut tidak ditujukan kepada rakyat Myanmar, tetapi ditujukan untuk menekan militer agar segera memulihkan jalan Myanmar menuju demokrasi.”
Myanmar tengah berada dalam kondisi kacau sejak militer merebut kekuasaan pada 1 Februari dan menggulingkan pemerintahan terpilih Suu Kyi.
Protes itu adalah salah satu yang terbesar di Yangon, dalam beberapa pekan terakhir.
Pembebasan itu dinilai beberapa aktivis sebagai taktik militer yang berkuasa untuk mengalihkan perhatian dari tindakan keras keamanan yang sedang berlangsung.
Suu Kyi telah berstatus tahanan rumah sejak kudeta Februari yang memicu protes besar-besaran di seluruh Myanmar.
Apalagi, Myanmar melaporkan jumlah kasus harian covid-19 tertinggi sejak Desember 2020. Tes covid-19 di masa kudeta militer juga tidak berjalan optimal.
Sejak mengambil alih kekuasaan dari Aung San Suu Kyi pada Februari lalu, junta militer berusaha untuk membasmi kalangan anti pemerintahan militer di Myanmar.
Penambahan terbaru itu membuat jumlah individu dan entitas yang dikenai sanksi oleh UE menjadi 35 orang sejak putaran pertama tindakan hukuman blok itu yang disepakati, Maret lalu.
Sejak militer mengambil alih kekuasaan, tidak jelas sejauh mana tes covid-19 di Myanmar, serta berapa banyak warga yang sudah divaksin covid-19.
Pemimpin Junta Min Aung Hlaing meninggalkan ibu kota Naypyidaw, Minggu (20/6), dengan penerbangan khusus untuk menghadiri Konferensi Keamanan Internasional Moskow.
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved