Selasa 29 Juni 2021, 16:01 WIB

Aung San Suu Kyi Minta Warga Myanmar Waspadai Covid-19

Atikah Ishmah Winahyu | Internasional
Aung San Suu Kyi Minta Warga Myanmar Waspadai Covid-19

AFP
Pemimpin pemerintahan sipil Myanmar Aung San Suu Kyi yang masih ditahan junta militer.

 

PEMIMPIN Myanmar yang digulingkan junta militer, Aung San Suu Kyi, mengirim pesan kepada masyarakat dari dalam tahanan. Dia meminta masyarakat lebih berhati-hati terhadap penularan covid-19. 

Mengingat, jumlah kasus harian di Myanamr mencapai yang tertinggi sejak pertengahan Desember lalu. Sistem kesehatan Myanmar dan kampanye anti-virus korona telah kandas sejak pemerintah Aung San Suu Kyi digulingkan pada 1 Februari.

Apalagi banyak banyak petugas kesehatan yang berhenti bekerja, sebagai aksi protes terhadap kudeta militer. Pengacara Min Min Soe mengungkapkan Aung San Suu Kyi kerap bertanya tentang situasi covid-19 ketika dia muncul di pengadilan pada Senin (28/6) lalu.

Baca juga: Myanmar Laporkan Kasus Covid-19 Tertinggi Sejak Kudeta

"Dia mengatakan kepada tim kuasa hukum untuk berhati-hati terhadap covid-19. Mengingatkan kami untuk mencuci tangan dan memakai masker," tutur pengacara Suu Kyi, Min Min Soe.

“Dia juga meminta kami untuk mengirimkan pesan yang sama kepada masyarakat, untuk lebih berhati-hati terhadap covid-19," imbuhnya.

Baca juga: Uni Eropa Jatuhkan Sanksi Baru pada Junta Myanmar

Kementerian Kesehatan yang dikendalikan junta melaporkan sebanyak 1.225 kasus covid-19 baru Senin lalu. Laporan kasus harian itu tertinggi sejak pertengahan Desember 2020. Global New Light of Myanmar melaporkan 12 poin saran dari kementerian untuk mencegah penyebaran covid-19. 

Pemerintah Myanmar mendesak warga untuk mematuhi ketentuan tersebut. Beberapa ahli kesehatan menilai tingkat infeksi covid-19 sebenarnya jauh lebih tinggi daripada data yang dirilis pemerintahan militer. Sebab, tes covid-19 di masa kudeta militer tidak berjalan optimal.

Pengujian dalam seminggu terakhir rata-rata sekitar 5.500 tes sehari. Itu lebih rendah dibandingkan tes covid-19 sebelum kudeta, yakni lebih dari 17.000 per hari.(CNA/OL-11)
 

Baca Juga

AFP

Soal Pakta Keamanan, Prancis Tuduh Australia-AS Berdusta

👤Nur Aivanni 🕔Minggu 19 September 2021, 08:15 WIB
PRANCIS menuduh Australia dan Amerika Serikat berbohong dalam krisis atas pakta...
AFP/David Gray

267 Demonstran Australia Penentang Lockdown Ditahan

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 18 September 2021, 20:45 WIB
Australia tengah berjuang melawan wabah varian Delta COVID-19 sejak pertengahan Juni dengan memberlakukan penguncian ketat di Sydney,...
nytimes.com

10 Ribu Migran Mayoritas dari Haiti Tinggal di Bawah Jembatan Texas

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 18 September 2021, 16:48 WIB
Lebih dari 10.000 migran sebagian besar warga Haiti ditempatkan di sebuah kamp kumuh di bawah jembatan di Texas selatan pada Jumat...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

AS, Inggris, dan Australia Umumkan Pakta Pertahanan Baru

 Aliansi baru dari tiga kekuatan tersebut tampaknya berusaha untuk melawan Tiongkok dan melawan kekuatan militernya di Indo-Pasifik.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya