Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
Di Indonesia, selain faktor alam sebagai pemicu karhutla banyak disebabkan oleh manusia atau anthropogenik karena kebiasaan dan perilaku.
BADAN Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melalui Balai Besar Teknologi kembali menerjunkan tim teknologi modifikasi cuaca (TMC) hujan buatan guna pencegahan karhutla di Riau.
Menurut KLHK, operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC) di Riau mampu meningkatkan curah hujan hingga 47,2%.
Operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC) fase kedua pencegahan karhutla di Riau dan Jambi akan dilaksanakan mulai 3 Juli 2021 selama 15 hari ke depan.
PROVINSI Riau, Jambi, dan Sumatra Selatan berpotensi mengalami karhutla di kategori moderat atau sedang pada Juli-Oktober 2021. Tiga solusi permanen disiapkan untuk menghadapinya.
KABUPATEN Banyuasin menjadi salah satu daerah di Sumatera Selatan yang rawan terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Direktur Eksekutif Kemitraan Laode M. Syarif mengungkapkan saat ini 70%-80% dana penanganan karhutla masih dialokasikan untuk pemadaman.
"Pemerintah juga harus memastikan pembayaran oleh perusahaan dilaksanakan dan diawasi oleh keterlibatan masyarakat," tegas Riko kepada Media Indonesia, Minggu (27/6).
PEMBAYARAN ganti rugi lebih dari Rp3,4 triliun dari perusahaan pelaku karhutla di Indonesia yang berkekuatan hukum (inkrach) belum dieksekusi dan masuk kas negara.
Teknologi modifikasi cuaca dilakukan mengingat wilayah Riau memiliki banyak lahan gambut yang mudah terbakar atau kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di musim kemarau seperti saat ini.
Selama periode 10 hingga 23 Juni 2021 telah diturunkan sebanyak 15 sorti penerbangan dengan jumlah bahan semai sebanyak 12 ton NaCl.
"Dengan ditandatanganinya nota kesepahaman ini, diharapkan dapat menambah kesadaran pihak korporasi yang ada di Sumsel,'' ujar Direskrimsus Polda Sumsel Kombes Pol Anton Setiyawan
SETIAP kejadian kebakaran hutan selalu diikuti oleh peningkatan kasus covid-19. Biasanya kenaikan terjadi setelah sekitar satu minggu kejadian kebakaran hutan.
MUSIM kemarau yang mulai terjadi membuat jumlah titik panas (hotspot) di Sumatera Selatan (Sumsel) terus mengalami peningkatan.
"Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 9,13% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2020," kata Basar kepada Media Indonesia Minggu (20/6).
Mengingat, wilayah Sumsel mulai memasuki musim kemarau, yang rentan dengan potensi karhutla. Masyarakat pun dilarang membakar lahan dan hutan.
Untuk kelanjutan dari sekolah tatap muka ini masih melihat perkembangan kasus di DKI Jakarta.
BMKG memperkirakan musim kemarau itu akan terjadi hingga awal atau pertengahan September 2021.
Pedoman Teknis Penyusunan Peta Kerawanan Karhutla bertujuan untuk menyediakan data spasial atau peta kerawanan kebakaran hutan dan lahan sebagai acuan dalam kegiatan pencegahan karhutla.
Sumsel dan Jambi mulai melakukan program Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dengan menyemai 10 ton garam di udara sebagai upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved