Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBAGAI upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Provinsi Riau dan Jambi, operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) fase kedua akan dilaksanakan mulai 3 Juli 2021 selama 15 hari ke depan.
"KLHK bersama-sama dengan BPPT, TNI AU, BNPB dan BMKG telah menginisiasi upaya TMC sebagai upaya pencegahan karhutla sejak tahun lalu. Tujuan TMC ini adalah untuk mempertahankan kebasahan lahan gambut sehingga menekan potensi karhutla di wilayah-wilayah rawan," sebut Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim, Laksmi Dhewanthi dalam pernyataannya.
Selain untuk mempertahankan kebasahan gambut, jelasnya, TMC juga dilakukan untuk mengisi kanal-kanal, embung dan kolam-kolam retensi areal sebagai sumber air yang dapat mendukung upaya pemadaman jika kebakaran terjadi.
Operasi TMC yang berposko di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru ini dilaksanakan oleh KLHK dan didukung oleh mitra kerja, PT RAPP Group. Pelaksanaan operasi secara teknis didukung oleh BPPT dan TNI AU. Operasi ini juga menjadi bagian penting dari upaya pengendalian karhutla Satgas Dalkarhutla Provinsi.
Berdasarkan informasi dari tim di lapangan saat ini, peralatan teknis baik pesawat maupun bahan semai telah siap di lapangan. Pesawat yang digunakan dalam operasi ini adalah jenis Casa 212-200 A-2103 dari TNI AU Skadron Udara 4 Abdulrahman Saleh Malang. Jumlah personil terdiri tujuh orang dari BPPT dan sebelas orang crew pesawat. Bahan semai NaCl yang disiapkan sebanyak 8,5 ton. Rencana setiap satu sortie penerbangan akan menyebar 800 kg bahan semai.
Operasi TMC ini akan menjangkau wilayah Riau dan sebagian Jambi di bagian Barat dan Utara. Untuk monitoring hasil pelaksanaan operasi telah disiapkan sistem Automatic Weather Station (AWS), alat pengukur curah hujan manual dan theodolit di beberapa kabupaten di wilayah Riau, seperti di Pelalawan, Dumai, dan wilayah lainnya. (H-2)
Menurut Menteri Lingkungan Hidup, Dr. Hanif Faisol Nuroqif, di tengah ancaman kepunahan berbagai satwa endemik, penyelamatan keanekaragaman hayati adalah prioritas
Volume besar itu tentunya memperparah tekanan terhadap lahan seluas 142 hektar yang sudah menampung sampah Ibu Kota selama lebih dari tiga dekade.
Dunia saat ini tengah menghadapi tiga ancaman serius yang disebut “Triple Planetary Crisis” oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pemerintah tekankan komitmen industri jalankan EPR demi kelola sampah plastik. Target 100% pengelolaan tercapai pada 2029 lewat kolaborasi multi-pihak.
KLHK melalui Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) menyegel empat perusahaan yang diduga terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
‘’Kolaborasi, termasuk dengan kerja sama dengan pihak swasta menjadi kunci untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang efektif, bernilai ekonomis dan ramah lingkungan,”
Cuaca panas ekstrem yang melanda Kota Pekanbaru dituding menjadi pemicu utama meningkatnya kerawanan kebakaran di area lahan gambut dan semak belukar.
BMKG deteksi 113 titik panas di Riau per 18 Maret 2026. Bengkalis dan Dumai mendominasi. Simak update pemadaman karhutla oleh tim gabungan BPBD di sini.
BALAI Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau bersama aparat terkait dan masyarakat berhasil mengamankan seekor anak Harimau Sumatra (Panthera Tigris Sumatrae).
REGU pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Manggala Agni terus mengintensifkan upaya pemadaman di sejumlah titik api di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau.
Dari sekitar 1.100 ekor di seluruh Sumatra, diperkirakan hanya tersisa 216 ekor di Riau.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca ekstrem di wilayah Riau yang diprediksi berlangsung hingga pukul 13.00 WIB, Jumat (6/3).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved