Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau kembali memperpanjang status tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) selama dua pekan atau 14 hari dari 5 hingga 18 Agustus 2025. Sebelumnya, status tersebut sudah diberlakukan sejak 22 Juli lalu.
"Status tanggao darurat Karhutla diperpanjang selama 14 hari," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau M Edy Afrizal, Rabu (6/8).
Keputusan untuk memperpanjang status tanggap darurat merupakan bentuk komitmen Pemprov Riau dalam penanganan Karhutla. Apalagi, kondisi Riau yang masih diliputi cuaca kering dan titik api yang belum padam sepenuhnya membuat pemerintah tidak ingin mengambil resiko. Meskipun hujan telah mengguyur sebagian wilayah Riau.
“Keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan adalah prioritas kami. Itulah sebabnya status tanggap darurat diperpanjang agar seluruh sumber daya tetap bisa dikerahkan secara maksimal,” jelasnya.
Sejauh ini, dari laporan diketahui karhutla masih terjadi pada sejumlah kabupaten dan kota. Di antaranya, Kampar, Rokan Hilir, Pelalawan, Kepulauan Meranti, dan Siak. Namun, berkat kolaborasi lintas sektor, luasan kebakaran dapat ditekan.
“Koordinasi antar instansi berjalan sangat baik. Ini menunjukkan keseriusan kita bersama dalam menangani Karhutla secara tuntas,” ujarnya.
Sementara Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Kabalai Dalkarhut) Sumatra Ferdian Krisnanto mengatakan kondisi Karhutla di Kabupaten Rokan Hilir dan sejumlah daerah lainnya di Riau sudah semakin membaik.
"Semakin membaik. Namun memang butuh waktu sampai tuntas," kata Ferdian kepada Media Indonesia, Rabu (6/8).
Ia menjelaskan, tim pemadam darat Manggala Agni telah melakukan penyekatan atau membendung kanal gambut di KM 41 Simpang Kanan, Kabupaten Rohil sepanjang lebih kurang 50 meter.
"Kami bagi 3 sektor. Sektor 1 di simpang kanan, sektor 2 di km 35/36, sektor 3 di km 39/41. Setiap lokasi kami bikin target harian, kayak sore ini kami naikkan drone untuk cek kondisi untuk rencana operasi besok Besok pagi pukul 6.30 WIB, kawan-kawan sudah size up kondisi pagi untuk melihat apakah rencana operasi masih relevan atau berrgeser apabila pagi ada rembetan," jelasnya.
Saat ini, kata Ferdi, sejumlah lokasi Karhutla di sejumlah kabupaten di Riau telah berhasil dikendalikan. "Tanjung Peranap Kabupaten Kepulauan Meranti sudah berhasil padam, Bengkalis padam. Yang masih pemadaman di Rimbo Panjang Kampar, Inhil (Indragiri Hilir), dan Dumai plus yang Rohil ini," ujarnya.
"Target besarnya ya as soon as possible.Tapi dengan memastikan tidak berpotensi menyala lagi," pungkasnya.(H-1)
Cuaca panas ekstrem yang melanda Kota Pekanbaru dituding menjadi pemicu utama meningkatnya kerawanan kebakaran di area lahan gambut dan semak belukar.
BMKG deteksi 113 titik panas di Riau per 18 Maret 2026. Bengkalis dan Dumai mendominasi. Simak update pemadaman karhutla oleh tim gabungan BPBD di sini.
BALAI Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau bersama aparat terkait dan masyarakat berhasil mengamankan seekor anak Harimau Sumatra (Panthera Tigris Sumatrae).
REGU pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Manggala Agni terus mengintensifkan upaya pemadaman di sejumlah titik api di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau.
Dari sekitar 1.100 ekor di seluruh Sumatra, diperkirakan hanya tersisa 216 ekor di Riau.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca ekstrem di wilayah Riau yang diprediksi berlangsung hingga pukul 13.00 WIB, Jumat (6/3).
BMKG melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) tahap ketiga di Provinsi Riau untuk upaya preventif memperpanjang masa tanggap darurat karhutla
KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, mulai terjadi sejak awal bulan Juli.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved