Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Subdit Ditjen KLHK Yuli Prasetyo Nugroho menuturkan terdapat beberapa kearifan lokal dari masyarakat adat yang dapat menjadi contoh dalam pengelolaan sampah sisa makanan (food waste) termasuk pemanfaatan pangan secara keseluruhan dan mengambil secukupnya.
Misalnya saja masyarakat di Kampung Adat Cireundeu, Jawa Barat yang mengonsumsi singkong dan memanfaatkan seluruh bagian dari pangan tersebut. Hal itu berdampak positif karena dapat mengurangi jumlah sampah sisa makanan.
"Tidak boleh ada yang terbuang. Sisa-sisa singkong dikomposkan dan sebagainya. Walaupun komposnya sederhana," ujar Yuli Ditemui usai diskusi media dan peluncuran aplikasi Food Waste by Envmission di Jakarta, Senin (9/12/2024),
Hadir pula dalam diskusi tersebut Kepala Bidang Pembangunan dan Lingkungan Hidup Bappeda DKI Defrianov dan Chief Technology Officer (CTO) Envmission Muhammad Rangga Barmana, serta perwakilan dari pedagang pasar.
Yuli kemudian memberikan contoh lain dari yang dilakukan Suku Dayak Punan Batu di Kalimantan, sebuah suku pemburu dan peramu, yang hanya mengambil secukupnya dari hutan untuk dikonsumsi dan menghindari eksploitasi berlebihan.
"Mereka mengambilnya itu secukupnya. Karena kalau diambil lebih banyak mungkin nanti ada pembusukan. Mereka tahu mengambilnya itu dibagi dalam kelompok dan dibagi habis, tidak pernah mereka membuat stok yang begitu banyak," tukas dia.
Kearifan lokal tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan masyarakat saat ini terutama masyarakat wilayah perkotaan, demi mengurangi jumlah timbulan sampah terutama sisa makanan yang mengisi mayoritas sampah berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).
Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) pada 2023, dari total timbulan sampah 40,11 juta ton sebanyak 39,62% di antaranya adalah sampah sisa makanan. Terbanyak kedua dalam komposisi sampah nasional adalah sampah jenis plastik dengan persentase 19,15%.
Dalam diskusi tersebut juga mengerucut akan pentingnya sarana yang bisa menjembatani antara pihak-pihak selaku penghasil food waste dan pihak yang membutuhkan sampah sisa makanan. (Ant/P-3)
“Menurut Data KLHK (2023) sampah makanan sebesar 41,4% dari total sampah di Indonesia. Setiap orang menyumbang sampah makanan sebesar 115–184 kg per tahun,”
Hingga saat ini, belum ada sampah sisa MBG yang terbuang karena langsung diambil oleh pihak vendor, sehingga penanganan sampah masih berjalan dengan baik.
ANGGOTA Komisi XII DPR RI Fraksi PKS, Ateng Sutisna, mendukung langkah Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) yang menggugat enam perusahaan besar atas dugaan keterlibatan bencana banjir Sumatra
KEMENTERIAN Lingkungan Hidup akan melakukan audit lingkungan terhadap 182 perusahaan tambang dan sawit yang dinilai menjadi penyebab kerusakan lingkungan dan bencana banjir
Kementerian LH memberikan tenggat waktu selama enam bulan bagi seluruh pengelola rest area di jalur tol untuk segera menyediakan unit pengolahan sampah mandiri yang mumpuni.
Kegiatan CSR meliputi aksi bersih lingkungan (Friday Cleaning) di Jaletreng River Park bersama KLH, serta penyaluran bantuan bekerja sama dengan BNPB.
KEMENTERIAN Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) ambil tindakan tegas dengan memanggil 8 Korporasi Besar Sumatra Utara.
Tindakan tegas ini diambil untuk menghentikan operasi yang diduga memperburuk kondisi hidrologi dan mengancam keselamatan warga terdampak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved