Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) memeriksa PT Biotek Saranatama menyusul kebakaran gudang pestisida perusahaan tersebut yang memicu pencemaran Sungai Cisadane. Insiden itu menyoroti kembali lemahnya sistem pengamanan dan pengelolaan bahan berbahaya dan beracun (B3) di kawasan pergudangan.
Gudang milik PT Biotek Saranatama yang berlokasi di Kawasan Pergudangan Taman Tekno BSD Serpong, Blok K3 Nomor 37, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, terbakar dan menyebabkan sekitar 20 ton pestisida jenis cypermetrin dan profenofos hangus. Air sisa pemadaman yang bercampur residu kimia dilaporkan mengalir ke Sungai Jeletreng, anak Sungai Cisadane.
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Hanif Faisol Nurofiq menyatakan, limpasan air tercemar tersebut berdampak serius terhadap ekosistem perairan dan masyarakat di sepanjang aliran sungai.
“Kurang lebih 20 ton pestisida terbakar, dan air sisa pemadaman yang bercampur residu kimia mengalir hingga mencemari sungai. Kondisi ini sangat berdampak serius terhadap ekosistem perairan dan masyarakat di sekitarnya,” ujar Hanif, Rabu (11/2).
Pencemaran dilaporkan meluas hingga sekitar 22,5 kilometer, melintasi wilayah Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang, dan Kabupaten Tangerang. Sejumlah biota akuatik ditemukan mati, antara lain ikan mas, baung, patin, nila, dan sapu-sapu.
KLH/BPLH telah mengambil sampel air di bagian hulu dan hilir Sungai Cisadane serta mengumpulkan sepuluh sampel ikan mati untuk diuji di laboratorium. Pemeriksaan juga akan diperluas ke Sungai Jeletreng, air tanah, dan biota perairan lain dengan melibatkan ahli toksikologi untuk memastikan tingkat paparan dan risiko jangka panjang.
Hanif mengimbau masyarakat di sekitar aliran sungai untuk sementara tidak menggunakan air sungai dalam aktivitas sehari-hari. Paparan air yang terkontaminasi berpotensi menyebabkan iritasi kulit dan mata, serta gangguan pernapasan jika uapnya terhirup.
KLH/BPLH menegaskan proses penanganan kasus akan dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Pemerintah juga akan mengevaluasi sistem pengelolaan B3 yang diterapkan perusahaan, termasuk standar penyimpanan, mitigasi kebakaran, dan prosedur tanggap darurat lingkungan. (Ata/P-3)
KEMENTERIAN Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) bergerak cepat menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto untuk Gerakan Bersih Sampah.
KLH memperluas pengawasan dan kajian lingkungan di sejumlah Daerah Aliran Sungai (DAS) prioritas nasional sebagai langkah mitigasi risiko bencana hidrometeorologi misalnya banjir
KLH tidak hanya berfokus pada penanganan dampak pascabencana, tetapi juga pada upaya pencegahan
Pengawasan dan penegakan hukum terhadap pencemaran udara dilakukan secara intensif dan tanpa kompromi.
KEMENTERIAN Lingkungan Hidup (KLH) tengah melakukan kajian lingkungan menindaklanjuti pencabutan izin 28 perusahaan yang dinilai berkontribusi terhadap kerusakan lingkungan
Pembangunan kanal yang tidak memperhatikan lapisan pirit memicu oksidasi yang menghasilkan asam sulfat.
Persampahan merupakan salah satu tantangan utama dalam pembangunan daerah. Permasalahan ini berdampak luas, mulai dari pencemaran lingkungan, kesehatan, hingga aspek sosial dan ekonomi.
Artikel plastik mikroskopis dalam air hujan berasal dari serat sintetis pakaian, debu kendaraan, hingga sisa pembakaran sampah plastik melayang di udara dan kembali bersama air hujan
Gumpalan busa putih mengapung di permukaan Sungai di Kalisari Damen, Surabaya.
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menegaskan PT Vale Indonesia harus bertanggungjawab atas kebocoran pipa di Luwu Timur.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved