Headline
Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.
Kumpulan Berita DPR RI
KONDISI Sungai Barito yang membentang sepanjang 900 kilometer melintasi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah kini berada dalam status mengkhawatirkan.
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalimantan Selatan menyebut ratusan aktivitas tambang dan perkebunan yang mengepung Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito menjadi kontributor utama pencemaran tersebut.
Direktur Eksekutif Walhi Kalsel, Raden Rafiq Wibisono, menegaskan bahwa beban ekologis yang dipikul Sungai Barito sudah melampaui batas normal. Aktivitas industri dari hulu hingga hilir secara sistematis menghasilkan limbah yang merusak kualitas air.
"Fakta di lapangan menunjukkan DAS Barito dari hulu hingga hilir telah dibebani begitu banyak izin usaha, mulai dari perusahaan kayu, perkebunan skala besar, pertambangan, hingga berbagai aktivitas industri lainnya. Seluruh aktivitas tersebut berpotensi besar menghasilkan limbah dan tekanan ekologis yang mencemari lingkungan perairan Sungai Barito," ungkap Rafiq, Kamis (5/2).
Walhi juga melayangkan kritik keras terhadap pernyataan DPRD Provinsi Kalimantan Selatan yang menyebut krisis Sungai Barito semata-mata disebabkan oleh faktor alam seperti intrusi air laut dan banjir rob. Rafiq menilai pendapat tersebut sebagai bentuk penyederhanaan persoalan yang berbahaya dan menyesatkan publik.
"Narasi tersebut seolah menutup mata terhadap fakta bahwa Sungai Barito telah lama menjadi korban pencemaran akibat aktivitas industri ekstraktif, pertambangan, perkebunan skala besar, serta buruknya pengelolaan daerah aliran sungai. Ini sama artinya dengan mengabaikan penderitaan masyarakat, nelayan, dan pembudidaya ikan yang menanggung kerugian besar," tegas Rafiq.
Data Beban Industri di DAS Barito
Berdasarkan analisis Walhi Kalsel, beban industri ekstraktif di wilayah DAS Barito mencakup angka yang fantastis:
Salah satu ancaman paling nyata berasal dari perkebunan sawit di lahan gambut. Pembangunan kanal yang tidak memperhatikan lapisan pirit memicu oksidasi yang menghasilkan asam sulfat. Dampaknya, keasaman air meningkat drastis dan melepaskan logam berat yang ditandai dengan munculnya karat pada sisi sungai serta ledakan populasi eceng gondok.
Akumulasi Limbah di Hilir
Fenomena ‘Danum Bangai’ atau penurunan kualitas air secara ekstrem juga dipicu oleh penyusutan air di wilayah hulu seperti Barito Utara dan Barito Selatan. Kondisi ini menyebabkan konsentrasi pencemaran dari berbagai Sub DAS terkumpul di wilayah hilir.
Data audit lingkungan dari Tim Gakkum dan PTKL Kementerian Lingkungan Hidup memperkuat temuan ini. Sedikitnya terdapat 183 izin perkebunan, pertambangan, dan PBPH di kawasan DAS Barito yang terindikasi merusak lingkungan dan berkontribusi langsung terhadap bencana banjir di wilayah tersebut. (DY/P-2)
KLH selidiki indikasi pelanggaran hukum di TPST Bantargebang pasca-longsor maut yang menewaskan 7 orang. Pengelola dan Pemprov DKI terancam sanksi pidana.
Peneliti ungkap zat kimia PFAS atau "forever chemicals" mempercepat penuaan biologis pria usia 50-65 tahun.
Pemkot Tangerang Selatan bergerak cepat menangani pencemaran residu kimia akibat kebakaran gudang pestisida di Taman Tekno Setu.
KLH/BPLH periksa PT Biotek Saranatama usai kebakaran 20 ton pestisida cemari Sungai Cisadane hingga 22,5 km dan sebabkan ikan mati massal.
Persampahan merupakan salah satu tantangan utama dalam pembangunan daerah. Permasalahan ini berdampak luas, mulai dari pencemaran lingkungan, kesehatan, hingga aspek sosial dan ekonomi.
PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) akan membentuk dan merekrut 50 orang relawan Komando Cadangan (Komcad) guna memperbesar dan memperkuat kemampuan TNI.
Pembahasan tidak hanya menyangkut koordinasi lintas sektor antara daerah dan pusat.
PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) kembali menyediakan Program Mudik Gratis Pemprov Kalsel bagi masyarakat yang ingin merayakan Lebaran 2026 di kampung halaman.
ANGGOTA Komite 1 DPD dari Dapil Kalimantan Selatan (Kalsel), Muhammad Hidayattollah atau yang akrab disapa Dayat El mengatakan pengelolaan dan pengawasan dana desa harus dikuatkan.
SEJUMLAH wilayah di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, kembali terendam banjir seiring kondisi cuaca ekstrem berupa hujan disertai angin kencang melanda sejak beberapa waktu terakhir. T
SEBUAH lokasi tambang batubara di kawasan KM 171, Satui, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan terbakar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved