Headline

Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.

Paparan "Bahan Kimia Abadi" PFAS Percepat Penuaan Biologis pada Pria

Thalatie K Yani
26/2/2026 13:06
Paparan
Ilustrasi(freepik)

SEBUAH penelitian terbaru mengungkapkan paparan zat kimia perfluoroalkyl dan polyfluoroalkyl, yang dikenal sebagai PFAS atau "bahan kimia abadi", diduga kuat mempercepat proses penuaan biologis pada pria berusia 50-an hingga awal 60-an.

Zat ini dijuluki "bahan kimia abadi" karena membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk terurai di alam maupun dalam tubuh manusia. Menurut data National Academies of Sciences, Engineering, and Medicine, zat ini ditemukan dalam darah sekitar 98% warga Amerika Serikat.

Dampak Penuaan yang Spesifik pada Pria

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Aging ini menyoroti percepatan penuaan epigenetik, yaitu pengukuran usia biologis seseorang dibandingkan dengan usia kronologisnya. Hasilnya, dampak paling signifikan ditemukan pada pria.

"Hubungan antara paparan PFAS dan percepatan penuaan epigenetik paling kuat ditemukan pada pria berusia 50-65 tahun," ujar Xiangwei Li, profesor epidemiologi dari Shanghai Jiao Tong University School of Medicine, melalui email.

Li menambahkan pada pria yang lebih muda atau di atas 65 tahun, hubungannya cenderung lebih lemah. Sementara pada perempuan, asosiasi tersebut ditemukan namun lebih kecil dan kurang konsisten dibandingkan dengan pria paruh baya.

Mengapa Pria Lebih Rentan?

Para ahli menduga adanya efek spesifik jenis kelamin karena PFAS merupakan pengganggu sistem endokrin yang mengatur metabolisme, pertumbuhan, dan reproduksi. Pada pria, akumulasi PFAS dapat menurunkan kadar testosteron, merusak kualitas sperma, serta meningkatkan risiko kanker testis dan ginjal.

Jane Muncke, kepala petugas ilmiah di Food Packaging Forum, menjelaskan perempuan cenderung mengeluarkan PFAS tertentu lebih cepat melalui proses biologis seperti menstruasi, kehamilan, dan menyusui. Perbedaan akumulasi antara pria dan wanita ini biasanya baru menyempit setelah masa menopause.

Mengenal Bahaya PFAS

Digunakan sejak 1950-an untuk membuat produk konsumen tahan air, minyak, dan suhu (seperti alat masak anti lengket), PFAS telah lama dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan serius, termasuk kanker, gangguan hormon, kolesterol tinggi, hingga kerusakan hati.

Meskipun industri kimia terus menciptakan varian PFAS baru yang belum banyak dipelajari, studi ini menemukan bahwa jenis yang kurang populer seperti PFNA dan PFOSA tetap memiliki hubungan kuat dengan percepatan penuaan biologis pada pria.

Langkah Pencegahan

Mengingat penyebaran PFAS yang sangat luas, menghindarinya secara total dianggap tidak realistis. Namun, Xiangwei Li menyarankan langkah-langkah praktis untuk mengurangi risiko.

"Meskipun demikian, penting untuk tidak panik. Studi kami menunjukkan adanya hubungan, bukan bukti sebab-akibat," kata Li. "Namun, mengurangi paparan di mana pun memungkinkan, seperti menggunakan filter air bersertifikat, mengikuti anjuran air setempat, dan meminimalkan kontak dengan bahan tahan noda atau minyak, mungkin merupakan langkah yang masuk akal." (CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya