Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bekerjasama dengan Badan Informasi Spasial (BIG) dan Tim ahli dari IPB University merumuskan pedoman pemetaan area rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diharapkan dapat menjadi standar yang dapat diacu semua pihak.
Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK Basar Manulang merngungkapkan, peta rawan karhutla sangat penting bagi kegiatan pencegahan bencana karhutla. Pedoman pembuatan peta rawan karhutla yang telah ada saat ini dirasa masih kurang sehingga diperlukan suatu metode yang baru, terstandar serta dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
“Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (PKHL) saat ini telah merancang Perdirjen Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) tentang Pedoman Teknis Penyusunan Peta Kerawanan Karhutla bekerjasama dengan Pusat Pemetaan dan Integrasi Tematik BIG dan tim dari Fakultas Kehutanan IPB University yang dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. I Nengah Surati Jaya, M.Agr.," jelas Basar dalam keterangan resmi, Selasa (15/6).
Basar menjelaskan KLHK telah ditunjuk menjadi walidata Informasi Geospasial Tematik (IGT) peta rawan karhutla melalui Perpres No. 23 Tahun 2021 tentang Percepatan Pelaksanaan Kebijakan Satu Peta pada Tingkat Ketelitian Peta Skala 1:250.000.
Selain itu, Direktorat PKHL telah ditunjuk menjadi walidata peta rawan karhutla sejak tahun 2016 melalui keputusan Menteri LHK NOMOR P.28/Menlhk/Setjen/KUM.1/2/2016 tentang Jaringan Informasi Geospasial Lingkup KLHK dan melalui Keputusan Kepala BIG Nomor 27 Tahun 2019 tentang Wali Data IGT.
“Pedoman Teknis Penyusunan Peta Kerawanan Karhutla ini bertujuan untuk memudahkan unit pelaksana teknis, pengelola kawasan hutan atau lahan, dan para pihak terkait dalam penyusunan peta kerawanan karhutla,” jelas Basar.
Prof. Dr. Ir. I Nengah Surati Jaya, M.Agr. mengungkapkan bahwa yang penting untuk diskusikan adalah bagaimana kita akan membuat sebuah peraturan yang applicable karena kita sudah mampu membangun prosedur yang sudah sangat aplikatif. Lebih penting lagi pada kelas-kelas yang dihasilkan sudah melibihi keakuratan 80% maka dari itu bagaimana sekarang prosedur ini sangat aplikatif dan kita buat lebih sederhana agar hasil yang dikeluarkan benar-benar skala operasional dan dapat digunakan.
Selain itu, penyusunan Pedoman Teknis Penyusunan Peta Kerawanan Karhutla bertujuan untuk menyediakan data spasial atau peta kerawanan kebakaran hutan dan lahan sebagai acuan dalam kegiatan pencegahan karhutla.
Untuk pembahasan rancangan peraturan ini selanjutnya melibatkan pihak lainnya seperti pelaksana lapangan dan instansi teknis mitra KLHK dalam kegiatan pengendalian karhutla untuk mendapatkan masukan yang lebih komprehensif. (H-1)
Menurut Menteri Lingkungan Hidup, Dr. Hanif Faisol Nuroqif, di tengah ancaman kepunahan berbagai satwa endemik, penyelamatan keanekaragaman hayati adalah prioritas
Volume besar itu tentunya memperparah tekanan terhadap lahan seluas 142 hektar yang sudah menampung sampah Ibu Kota selama lebih dari tiga dekade.
Dunia saat ini tengah menghadapi tiga ancaman serius yang disebut “Triple Planetary Crisis” oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pemerintah tekankan komitmen industri jalankan EPR demi kelola sampah plastik. Target 100% pengelolaan tercapai pada 2029 lewat kolaborasi multi-pihak.
KLHK melalui Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) menyegel empat perusahaan yang diduga terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
‘’Kolaborasi, termasuk dengan kerja sama dengan pihak swasta menjadi kunci untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang efektif, bernilai ekonomis dan ramah lingkungan,”
Pada 2025, jumlah pengguna PLN Mobile melonjak drastis hingga melampaui 50 juta pengunduh dan total transaksi tahunan lebih dari 30 juta transaksi.
Transformasi digital kini tengah mengalami kemajuan pesat di berbagai sektor industri. Salah satu yang menjadi hal penting untuk diperhatikan adalah pemanfaatan big data.
Sistem peringatan dini akan semakin kuat apabila ilmu pengetahuan dikolaborasikan dengan teknologi mutakhir berbasis big data dan kecerdasan buatan tanpa mengabaikan kearifan lokal.
Keamanan siber menjadi isu yang semakin krusial di era digital ini. Hal ini disampaikan Founder AwanPintar.id® Yudhi Kukuh
Publik khawatirkan isu kemanan data BAIS usai dugaan kebocoran data oleh hacker
Aplikasi berbasis web ini memungkinkan pengguna memantau obrolan terkini di berbagai media sosial dan mengolahnya menjadi data berharga
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved