Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Basar Manullang mengungkapkan operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC) di Riau mampu meningkatkan curah hujan hingga 47,2%.
"Hasil evaluasi itu didapat dari pelaksanaan TMC pada fase musim kering yang pertama yaitu bulan Maret - April lalu," kata Basar, Minggu (4/7).
Menurutnya hasil operasi TMC saat itu mampu menaikkan volume curah hujan di wilayah operasi dan sekaligus menaikkan tinggi muka air gambut. Curah hujan naik sebesar 47,2% dari curah hujan historis dan 64,4% dari curah hujan prediksi BMKG.
Oleh karena itu, imbuhnya, sangat perlu untuk melaksanakan operasi TMC kembali pada fase-fase kering berdasarkan prediksi cuaca yang disampaikan oleh BMKG.
Pemerintah telah memulai fase kedua TMC mulai 3 Juli 2021 selama 15 hari ke depan. Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ini telah diinisiasi oleh KLHK sejak 2020, bersama-sama dengan BPPT, TNI AU, BNPB dan BMKG.
Tujuan TMC ini adalah untuk mempertahankan kebasahan lahan gambut sehingga menekan potensi karhutla di wilayah-wilayah rawan.
Basar menambahkan, upaya pencegahan karhutla melalui operasi TMC ini tentu juga dibarengi dengan upaya di tingkat tapak diantaranya melalui patroli pencegahan karhutla, baik patroli mandiri maupun patroli terpadu, sosialisasi dan kampanye penyadartahuan pencegahan karhutla kepada masyarakat, peningkatan peran Masyarakat Peduli Api (MPA) dan juga peningkatan ekonomi masyarakat.
“Diharapkan sinergi yang baik antara pendekatan dengan masyarakat dan pendekatan analisis iklim melalui operasi TMC ini dapat mengoptimalkan upaya pencegahan karhutla, sehingga potensi karhutla dapat ditekan dan tidak sampai menimbulkan kabut asap, apalagi di tengah pandemi saat ini” tandas Basar. (H-2)
PTPN IV PalmCo memperkuat mitigasi Karhutla 2026 melalui kolaborasi dengan TNI-Polri dan pemantauan digital berbasis AI ARFINA.
UPAYA pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau terus dilakukan secara intensif.
Dari sebanyak 8 lokasi Karhutla di Riau, wilayah Kabupaten Pelalawan merupakan daerah yang cukup luas terdampak.
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Riau resmi menetapkan status siaga darurat Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) per Jumat (13/2) yang berlaku hingga 30 November 2026 mendatang.
KEBAKARAN hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Provinsi Riau terus meluas dan bahkan telah menembus hingga 745,5 hektare (ha).
JUMLAH titik panas atau hotspot sebagai indikator karhutla di Riau terus melonjak. Berdasarkan pantauan terakhir satelit ditemukan sebaran titik panas yakni 336 di sumatra
Menurut Menteri Lingkungan Hidup, Dr. Hanif Faisol Nuroqif, di tengah ancaman kepunahan berbagai satwa endemik, penyelamatan keanekaragaman hayati adalah prioritas
Volume besar itu tentunya memperparah tekanan terhadap lahan seluas 142 hektar yang sudah menampung sampah Ibu Kota selama lebih dari tiga dekade.
Dunia saat ini tengah menghadapi tiga ancaman serius yang disebut “Triple Planetary Crisis” oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pemerintah tekankan komitmen industri jalankan EPR demi kelola sampah plastik. Target 100% pengelolaan tercapai pada 2029 lewat kolaborasi multi-pihak.
KLHK melalui Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) menyegel empat perusahaan yang diduga terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
‘’Kolaborasi, termasuk dengan kerja sama dengan pihak swasta menjadi kunci untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang efektif, bernilai ekonomis dan ramah lingkungan,”
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved