Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
TITIK panas atau hotspot sebagai indikator kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sumatra masih terus meningkat. Dari pantauan terakhir satelit terdeteksi sebanyak 230 titik panas di Sumatra dengan jumlah terbanyak terpantau di Provinsi Riau mencapai 163 titik panas.
"Titik panas terbanyak terdapat di Riau yakni 163 titik panas," kata forecaster on duty Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru Yudhistira, Selasa (5/8).
Ia menjelaskan, sebanyak 163 titik panas di Riau diketahui tersebar di enam kabupaten dan kota. Di antaranya Kabupaten Rokan Hilir sebanyak 89 titik panas. Kemudian Bengkalis 41 titik panas, Kota Dumai sebanyak 13 titik panas, Indragiri Hilir sebanyak 12 titik panas, Siak sebanyak 7 titik panas, dan Indragiri Hulu sebanyak 1 titik panas.
Adapun total sebanyak 230 titik panas karhutla Sumatra diketahui terdeteksi di Riau sebanyak 163 titik panas, Sumatra Utara sebanyak 36 titik panas, Sumatra Barat sebanyak 18 titik panas, Jambi sebanyak 6 titik panas, Aceh sebanyak 4 titik panas, Sumatra Selatan sebanyak 2 titik panas, dan Bengkulu sebanyak 1 titik panas.
Sementara Karhutla di Rokan Hilir (Rohil) sebagai lokasi dengan jumlah titik panas terbanyak di Riau terkonfirmasi tengah mengalami sejumlah titik Karhutla. Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Kabalai Dalkarhut) Sumatra Ferdian Krisnanto kepada Media Indonesia mengatakan Karhutla di Rohil kembali menyala sejak beberapa hari terakhir. Sejumlah tim pemadam dari provinsi lain yang sudah pulang kembali ke base masing-masing ditarik lagi untuk pemadaman darat di Rohil.
"Saya telah memberangkatkan 2 regu dari Jambi lagi menuju Rohil, 1 regu sudah masuk dari Sumut (Sumatra Utara)," kata Ferdian kepada Media Indonesia.
Dijelaskannya, saat ini pihaknya mengoperasikan pasukan Manggala Agni di Rohil, di antaranya 2 regu dari Labuhan Batu Sumut, 1 regu dari Siak, 1 regu dari Pekanbaru, 1 regu dari Kota Jambi, 1 regu dari Bukit Tempurung, dan 1 regu dari Dumai.
"Saat ini kami mengoperasikan pasukan keroyokan lagi di Rohil. Mengingat kondisinya tanah gambut jadi pemadaman harus bener-bener bisa memastikan tidak ada potensi terbakar lagi, gambutnya harus sampai jadi bubur itu," paparnya.
Ia mengungkapkan, sejumlah lokasi di Rohil yang dilanda Karhutla di antaranya Kelurahan Bukit Sembilan Kecamatan Simpang kanan, Kelurahan Teluk nilap Kecamatan Kubu Babussalam yang merupakan titik baru dekat lokasi pemadaman sebelumnya.
"Selain itu, di Riau ada beberapa lokasi (Karhutla), makanya saya tidak menggeser juga yang internal Riau. Di Inhu (Indragiri Hulu), Bengkalis, Kepulauan Meranti, dan Inhil (Indragiri Hilir). Untuk yang Rohil sudah 3 harian. Saya turunkan 2 hari kemarin dari Daops Labuan Batu sumut karena di Sumut sudah mulai hujan," jelasnya.
"Kami terus berkoordinasi dengan tim satgas udara terutama OMC (Operasi Modifikasi Cuaca) apabila ada potensi awan bisa ke arah rRohil terus. Infonya masa tanggap darurat diperpanjang untuk Provinsi Riau," pungkasnya. (H-3)
BMKG deteksi 228 titik panas di Riau, sebagian besar di Bengkalis, menandakan potensi karhutla yang membahayakan lingkungan dan kesehatan masyarakat. BPBD Riau siaga darurat.
Manggala Agni Daops Sumatera V/Dumai bersama TNI, Polisi, BPBD Kota Dumai, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) hingga saat ini masih berupaya keras memadamkan karhutla seluas 2 hektare di Riau.
Vegetasi di lokasi berupa tanah mineral dengan semak belukar kering, sehingga mudah terbakar.
Sebagai negara dengan area hutan yang didominasi oleh lahan gambut, komitmen pemerintah dalam melakukan upaya pencegahan dan mitigasi karhutla dinilai masih harus terus ditingkatkan.
Jumlah titik api (hotspot) kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Barat terus menurun berkat langkah-langkah yang diambil lintas sektoral.
PEMERINTAH memastikan penegakan hukum menjadi instrumen utama dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), seiring meningkatnya potensi kebakaran di berbagai wilayah.
Dari 11 daerah tersebut, total luasan Karhutla sebanyak 1.041,74 Hektare (Ha).
PTPN IV PalmCo memperkuat mitigasi Karhutla 2026 melalui kolaborasi dengan TNI-Polri dan pemantauan digital berbasis AI ARFINA.
UPAYA pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau terus dilakukan secara intensif.
Dari sebanyak 8 lokasi Karhutla di Riau, wilayah Kabupaten Pelalawan merupakan daerah yang cukup luas terdampak.
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Riau resmi menetapkan status siaga darurat Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) per Jumat (13/2) yang berlaku hingga 30 November 2026 mendatang.
KEBAKARAN hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Provinsi Riau terus meluas dan bahkan telah menembus hingga 745,5 hektare (ha).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved