Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
PROVINSI Riau kembali terancam bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mengungkapkan lonjakan tajam jumlah titik panas, dengan total mencapai 228 titik. Kabupaten Bengkalis menjadi penyumbang terbesar dengan 118 titik panas, menunjukkan adanya potensi kebakaran besar yang bisa merusak ekosistem dan mengancam kesehatan warga.
Prakirawan BMKG Stasiun Pekanbaru, Putri Santy S, mengungkapkan bahwa selain di Bengkalis, titik panas juga terdeteksi di sejumlah daerah lain, antara lain Kabupaten Indragiri Hilir (17 titik), Kota Dumai (9 titik), Siak (6 titik), Kepulauan Meranti (2 titik), dan Rokan Hilir (1 titik). Data tersebut menunjukkan penyebaran yang meluas di seluruh wilayah Riau, yang dapat memperburuk kualitas udara dan membahayakan kesehatan masyarakat.
“Angka ini didapatkan berdasarkan pembaruan data hingga pukul 16.00 WIB, Selasa, yang memperlihatkan penyebaran titik panas yang semakin meluas,” kata Putri dilansir dari Antara, Selasa (10/2).
Sumatera secara keseluruhan mencatatkan 306 titik panas, dengan Riau menjadi provinsi dengan jumlah terbanyak. Selain Riau, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Aceh, Sumatera Utara, dan beberapa wilayah lain juga melaporkan adanya titik panas yang mengindikasikan potensi karhutla. Namun, Riau masih menjadi yang terparah, menunjukkan ancaman yang semakin meningkat.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Riau melaporkan bahwa hingga awal tahun 2026, sudah ada 10 kabupaten/kota yang terdampak karhutla, dengan luas area yang terbakar mencapai 182,76 hektare. Daerah-daerah yang terdampak termasuk Kabupaten Bengkalis, Siak, Kampar, dan Pekanbaru, yang selama ini menjadi titik rawan karhutla.
Kebakaran hutan dan lahan yang terus meluas memicu peringatan akan kerusakan lingkungan yang lebih besar dan dampaknya pada kualitas udara. Dalam beberapa minggu terakhir, kebakaran di Dumai, Bengkalis, dan Siak telah menambah catatan panjang karhutla yang mengancam keberlangsungan hidup masyarakat dan flora fauna setempat.
BPBD Damkar Riau mendesak BPBD kabupaten/kota untuk segera menetapkan status siaga darurat karhutla, mengingat bahaya yang kian mendekat. Tanpa langkah cepat dan terkoordinasi, karhutla di Riau berpotensi menimbulkan bencana ekologis yang lebih parah dan krisis kesehatan masyarakat akibat polusi udara. (Ant/Z-10)
Manggala Agni Daops Sumatera V/Dumai bersama TNI, Polisi, BPBD Kota Dumai, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) hingga saat ini masih berupaya keras memadamkan karhutla seluas 2 hektare di Riau.
Vegetasi di lokasi berupa tanah mineral dengan semak belukar kering, sehingga mudah terbakar.
Sebagai negara dengan area hutan yang didominasi oleh lahan gambut, komitmen pemerintah dalam melakukan upaya pencegahan dan mitigasi karhutla dinilai masih harus terus ditingkatkan.
Jumlah titik api (hotspot) kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Barat terus menurun berkat langkah-langkah yang diambil lintas sektoral.
PEMERINTAH memastikan penegakan hukum menjadi instrumen utama dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), seiring meningkatnya potensi kebakaran di berbagai wilayah.
Cuaca panas ekstrem yang melanda Kota Pekanbaru dituding menjadi pemicu utama meningkatnya kerawanan kebakaran di area lahan gambut dan semak belukar.
BMKG deteksi 113 titik panas di Riau per 18 Maret 2026. Bengkalis dan Dumai mendominasi. Simak update pemadaman karhutla oleh tim gabungan BPBD di sini.
KEMENTERIAN Kehutanan (Kemenhut) terus memperkuat upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
REGU pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Manggala Agni terus mengintensifkan upaya pemadaman di sejumlah titik api di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau.
LUAS kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau pada periode Januari-Februari 2026 mencapai 4.400 hektare dan 94% di antaranya berada di lahan gambut (4.173,82 ha).
KABUT asap dilaporkan menyelimuti Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, pada Rabu (11/3) pagi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved