Headline

YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.

228 Titik Panas Ditemukan BMKG di Riau

 Gana Buana
10/2/2026 19:14
228 Titik Panas Ditemukan BMKG di Riau
BMKG deteksi 228 titik panas di Riau, sebagian besar di Bengkalis, menandakan potensi karhutla.(Antara)

PROVINSI Riau kembali terancam bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mengungkapkan lonjakan tajam jumlah titik panas, dengan total mencapai 228 titik. Kabupaten Bengkalis menjadi penyumbang terbesar dengan 118 titik panas, menunjukkan adanya potensi kebakaran besar yang bisa merusak ekosistem dan mengancam kesehatan warga.

Prakirawan BMKG Stasiun Pekanbaru, Putri Santy S, mengungkapkan bahwa selain di Bengkalis, titik panas juga terdeteksi di sejumlah daerah lain, antara lain Kabupaten Indragiri Hilir (17 titik), Kota Dumai (9 titik), Siak (6 titik), Kepulauan Meranti (2 titik), dan Rokan Hilir (1 titik). Data tersebut menunjukkan penyebaran yang meluas di seluruh wilayah Riau, yang dapat memperburuk kualitas udara dan membahayakan kesehatan masyarakat.

“Angka ini didapatkan berdasarkan pembaruan data hingga pukul 16.00 WIB, Selasa, yang memperlihatkan penyebaran titik panas yang semakin meluas,” kata Putri dilansir dari Antara, Selasa (10/2).

Sumatera secara keseluruhan mencatatkan 306 titik panas, dengan Riau menjadi provinsi dengan jumlah terbanyak. Selain Riau, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Aceh, Sumatera Utara, dan beberapa wilayah lain juga melaporkan adanya titik panas yang mengindikasikan potensi karhutla. Namun, Riau masih menjadi yang terparah, menunjukkan ancaman yang semakin meningkat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Riau melaporkan bahwa hingga awal tahun 2026, sudah ada 10 kabupaten/kota yang terdampak karhutla, dengan luas area yang terbakar mencapai 182,76 hektare. Daerah-daerah yang terdampak termasuk Kabupaten Bengkalis, Siak, Kampar, dan Pekanbaru, yang selama ini menjadi titik rawan karhutla.

Kebakaran hutan dan lahan yang terus meluas memicu peringatan akan kerusakan lingkungan yang lebih besar dan dampaknya pada kualitas udara. Dalam beberapa minggu terakhir, kebakaran di Dumai, Bengkalis, dan Siak telah menambah catatan panjang karhutla yang mengancam keberlangsungan hidup masyarakat dan flora fauna setempat.

BPBD Damkar Riau mendesak BPBD kabupaten/kota untuk segera menetapkan status siaga darurat karhutla, mengingat bahaya yang kian mendekat. Tanpa langkah cepat dan terkoordinasi, karhutla di Riau berpotensi menimbulkan bencana ekologis yang lebih parah dan krisis kesehatan masyarakat akibat polusi udara. (Ant/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya