Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi lonjakan signifikan titik panas (hotspot) di Provinsi Riau. Hingga Kamis pukul 07.00 WIB, jumlah hotspot tercatat mencapai 160 titik, dengan konsentrasi tertinggi berada di Kabupaten Pelalawan sebanyak 105 titik.
Prakirawan BMKG Stasiun Pekanbaru, Alfa Nataris, menjelaskan bahwa sebaran titik panas lainnya terpantau di Kabupaten Bengkalis sebanyak 47 titik, Indragiri Hilir dan Rokan Hilir masing-masing dua titik, Kota Dumai dua titik, serta Kabupaten Siak dan Rokan Hulu masing-masing satu titik.
“Kondisi ini menjadi perhatian seiring prakiraan cuaca di Riau yang masih didominasi cerah hingga berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang yang bersifat lokal,” ujar Alfa di Pekanbaru.
Secara regional, Pulau Sumatera mencatat total 178 titik panas, dengan Riau menjadi provinsi dengan jumlah terbanyak. Provinsi lain yang terdeteksi hotspot antara lain Kepulauan Riau delapan titik, Sumatera Utara empat titik, Sumatera Selatan tiga titik, Jambi tiga titik, serta Aceh dan Sumatera Barat masing-masing satu titik.
Setelah melewati periode banjir di sejumlah wilayah, Provinsi Riau kini meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Memasuki awal Februari 2026, titik-titik api mulai bermunculan di berbagai daerah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Provinsi Riau mencatat luas lahan terbakar pada pekan pertama Februari 2026 telah mencapai 126,22 hektare. Kabupaten Bengkalis menjadi wilayah dengan luasan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terbesar, yakni 37,51 hektare, disusul Indragiri Hilir 22 hektare, Pelalawan 21 hektare, dan Kota Dumai 12,50 hektare.
Karhutla juga terjadi di wilayah lain, seperti Kota Pekanbaru seluas 8 hektare, Kepulauan Meranti, Siak, dan Kampar masing-masing sekitar 7 hektare, serta Indragiri Hulu dan Kuantan Singingi lebih dari 1 hektare.
Untuk penanganan di lapangan, Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera bersama TNI, Polri, BPBD, dan masyarakat terus melakukan upaya pemadaman, khususnya di Kota Dumai, Kabupaten Bengkalis, dan Siak. (E-3)
