Headline

Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%

Karhutla Riau Capai 4.400 Hektare, Manggala Agni Intensifkan Pemadaman

Atalya Puspa    
12/3/2026 19:45
Karhutla Riau Capai 4.400 Hektare, Manggala Agni Intensifkan Pemadaman
Kebakaran lahan gambut di Riau.(Dok. Antara)

REGU pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Manggala Agni terus mengintensifkan upaya pemadaman di sejumlah titik api di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau. Berdasarkan analisis citra satelit Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, luas kebakaran hutan dan lahan di Riau pada periode Januari–Februari 2026 telah mencapai sekitar 4.400 hektare. 

Sebagian besar kebakaran tersebut terjadi di lahan gambut. Dari total area yang terbakar, sekitar 94 persen berada di kawasan gambut yang dikenal mudah terbakar dan sulit dipadamkan. Kondisi ini membuat upaya pemadaman membutuhkan kerja ekstra dari petugas di lapangan.

Tim pemadam dari Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera terus berjibaku memadamkan api di sejumlah wilayah terdampak, termasuk di Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Kampar, Kabupaten Indragiri Hilir, hingga Kota Batam.

Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan seluruh personel di lapangan tetap menjalankan prosedur keselamatan kerja secara ketat selama operasi pemadaman berlangsung. Menurutnya, koordinasi dengan berbagai pihak juga terus diperkuat agar penanganan kebakaran dapat dilakukan secara terpadu.

“Demi keselamatan satwa dan juga petugas, kami telah berkoordinasi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau dan petugas BBKSDA saat ini telah dikirimkan untuk menangani harimau tersebut,” ujar Ferdian dalam keterangannya, Kamis (12/3). 

Kewaspadaan tambahan diperlukan setelah seekor Harimau Sumatera terpantau berada di sekitar area pemadaman di Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan. Meski kemunculan satwa dilindungi itu tidak berkaitan langsung dengan kebakaran, petugas tetap meningkatkan kewaspadaan untuk memastikan keselamatan tim di lapangan.

Berdasarkan pengamatan, harimau yang terlihat di kawasan tersebut diduga merupakan individu muda yang baru saja berpisah dari induknya dan sedang mencari wilayah jelajah baru. Satwa itu dilaporkan telah beberapa kali terlihat di sekitar permukiman dan perkebunan warga dalam beberapa bulan terakhir.

Di tengah operasi pemadaman yang masih berlangsung, pemerintah juga mengingatkan pentingnya langkah pencegahan dini menghadapi potensi musim kemarau tahun ini. Apalagi fenomena El Nino diprediksi akan mulai berkembang pada semester kedua 2026, dengan puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Juli–Agustus.

Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko kekeringan dan memperbesar ancaman kebakaran hutan dan lahan, khususnya di wilayah Sumatera yang memiliki bentang lahan gambut luas. Karena itu, penguatan koordinasi lintas lembaga dan peningkatan kesiapsiagaan di lapangan menjadi langkah penting untuk menekan perluasan karhutla sejak dini. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya