Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
REGU pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Manggala Agni terus mengintensifkan upaya pemadaman di sejumlah titik api di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau. Berdasarkan analisis citra satelit Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, luas kebakaran hutan dan lahan di Riau pada periode Januari–Februari 2026 telah mencapai sekitar 4.400 hektare.
Sebagian besar kebakaran tersebut terjadi di lahan gambut. Dari total area yang terbakar, sekitar 94 persen berada di kawasan gambut yang dikenal mudah terbakar dan sulit dipadamkan. Kondisi ini membuat upaya pemadaman membutuhkan kerja ekstra dari petugas di lapangan.
Tim pemadam dari Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera terus berjibaku memadamkan api di sejumlah wilayah terdampak, termasuk di Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Kampar, Kabupaten Indragiri Hilir, hingga Kota Batam.
Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan seluruh personel di lapangan tetap menjalankan prosedur keselamatan kerja secara ketat selama operasi pemadaman berlangsung. Menurutnya, koordinasi dengan berbagai pihak juga terus diperkuat agar penanganan kebakaran dapat dilakukan secara terpadu.
“Demi keselamatan satwa dan juga petugas, kami telah berkoordinasi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau dan petugas BBKSDA saat ini telah dikirimkan untuk menangani harimau tersebut,” ujar Ferdian dalam keterangannya, Kamis (12/3).
Kewaspadaan tambahan diperlukan setelah seekor Harimau Sumatera terpantau berada di sekitar area pemadaman di Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan. Meski kemunculan satwa dilindungi itu tidak berkaitan langsung dengan kebakaran, petugas tetap meningkatkan kewaspadaan untuk memastikan keselamatan tim di lapangan.
Berdasarkan pengamatan, harimau yang terlihat di kawasan tersebut diduga merupakan individu muda yang baru saja berpisah dari induknya dan sedang mencari wilayah jelajah baru. Satwa itu dilaporkan telah beberapa kali terlihat di sekitar permukiman dan perkebunan warga dalam beberapa bulan terakhir.
Di tengah operasi pemadaman yang masih berlangsung, pemerintah juga mengingatkan pentingnya langkah pencegahan dini menghadapi potensi musim kemarau tahun ini. Apalagi fenomena El Nino diprediksi akan mulai berkembang pada semester kedua 2026, dengan puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Juli–Agustus.
Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko kekeringan dan memperbesar ancaman kebakaran hutan dan lahan, khususnya di wilayah Sumatera yang memiliki bentang lahan gambut luas. Karena itu, penguatan koordinasi lintas lembaga dan peningkatan kesiapsiagaan di lapangan menjadi langkah penting untuk menekan perluasan karhutla sejak dini. (H-3)
LUAS kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau pada periode Januari-Februari 2026 mencapai 4.400 hektare dan 94% di antaranya berada di lahan gambut (4.173,82 ha).
KABUT asap dilaporkan menyelimuti Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, pada Rabu (11/3) pagi.
Kementerian Kehutanan, bersama tim gabungan berhasil mengendalikan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Riau,
TNI Angkatan Udara BNPB terus mengintensifkan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla Riau.
UPAYA pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau terus dilakukan secara intensif.
Dari sekitar 1.100 ekor di seluruh Sumatra, diperkirakan hanya tersisa 216 ekor di Riau.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca ekstrem di wilayah Riau yang diprediksi berlangsung hingga pukul 13.00 WIB, Jumat (6/3).
Kini, sejumlah fasilitas pendukung kesejahteraan satwa telah terealisasi di PLG Sebanga.
KEPOLISIAN Daerah (Polda) Riau berhasil menangkap 15 tersangka sindikat perburuan satwa liar lintas provinsi yang terkait dengan kasus gajah sumatra di PT RAPP.
Kejagung menggeledah puluhan lokasi di Riau dan Medan terkait dugaan korupsi ekspor CPO dan turunannya periode 2022–2024. Penyidik menyita aset tanah, pabrik sawit, hingga alat berat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved