Headline
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kumpulan Berita DPR RI
BULAN Februari yang pada sebagian besar wilayah Indonesia, identik dengan musim penghujan, tetapi tidak dengan Provinsi Riau. Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatra kembali melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kota Dumai, Kabupaten Bengkalis, dan Kabupaten Siak.
Manggala Agni Daops Sumatera V/Dumai bersama TNI, Polisi, BPBD Kota Dumai, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) hingga saat ini masih berupaya keras memadamkan karhutla seluas 2 hektare di Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai.
Selain itu, pemadaman karhutla Riau juga sedang diupayakan di Kelurahan Bagan Keladi, Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai. Karhutla di Kelurahan Bagan Keladi seluas 3,5 hektare.
Di wilayah Kabupaten Bengkalis, Manggala Agni Daops Sumatra VI/Siak bersama TNI, Polisi, BPBD, Pemadam Kebakaran (Damkar), MPA, dan Regu Pemadam Kebakaran (RPK) PT. Bukit Batu Hutani Alam (BBHA) saai ini sedang berjuang memadamkan karhutla di Desa Sepahat, Kecamatan Bandar Laksamana dengan luas kebakaran 10 hektare.
Bersamaan dengan itu, tim Manggala Agni Daops Sumatra VI/Siak dan para stakeholder saat ini juga sedang bertarung melawan si jago merah yang melahap lahan di Desa Benayah, Kecamatan Pusako, Kabupaten Siak.
Menurut data Fine Fuel Moisture Code (FFMC) yang menunjukkan tingkat kekeringan bahan bakar di permukaan tanah, dikutip dari website Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), bahwa hingga beberapa hari ke depan kondisi di wilayah Provinsi Riau masih kering sehingga perlu kewaspadaan tinggi dari berbagai pihak.
Pemadaman yang dilakukan bukan tanpa kendala. Kondisi lahan gambut yang kering dan sulitnya sumber air, membuat tim harus berjibaku berhari-hari untuk memadamkan kebakaran.
“Lokasi pemadaman di wilayah Riau ada kendala, sumber air pemadaman semakin sulit, saat ini sedang diupayakan perbantuan alat berat untuk memperdalam embung sumber air. Kita terus upayakan memotong kepala api, lokalisir api supaya tidak terus merembet dan tentunya jangan sampai menimbulkan asap besar yang berpotensi menimbulkan asap lintas batas,” ungkap Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatra, Ferdian Krisnanto kepada Media Indonesia, Rabu (4/2).
Ferdian menambahkan bahwa kondisi Fire Danger Rating System (FDRS) BMKG seminggu ke depan masih menunjukkan kerawanan, khususnya di wilayah Riau dan perbatasan Riau-Sumatra Utara serta Riau-Jambi.
Menurutnya, kondisi ini tentunya harus menjadi perhatian semua pihak untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan mempercepat respon penanggulangan kebakaran apabila sudah terjadi karhutla.
“Pemerintah daerah perlu mempertimbangkan penetapan siaga darurat seperti yang sudah dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Aceh Barat, dan Kabupaten Sambas serta Kabupaten Kubu Raya di Kalimantan Barat yang saat ini juga sedang mengalami kejadian kebakaran hutan dan lahan,” pungkas Ferdian Krisnanto. (H-3)
UPAYA pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau terus dilakukan secara intensif.
Dari sebanyak 8 lokasi Karhutla di Riau, wilayah Kabupaten Pelalawan merupakan daerah yang cukup luas terdampak.
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Riau resmi menetapkan status siaga darurat Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) per Jumat (13/2) yang berlaku hingga 30 November 2026 mendatang.
KEBAKARAN hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Provinsi Riau terus meluas dan bahkan telah menembus hingga 745,5 hektare (ha).
Hingga kini proses pemadaman karhutla terus dilakukan secara intensif.
Bantuan tersebut akan diajukan ke pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
BMKG deteksi 228 titik panas di Riau, sebagian besar di Bengkalis, menandakan potensi karhutla yang membahayakan lingkungan dan kesehatan masyarakat. BPBD Riau siaga darurat.
Vegetasi di lokasi berupa tanah mineral dengan semak belukar kering, sehingga mudah terbakar.
Sebagai negara dengan area hutan yang didominasi oleh lahan gambut, komitmen pemerintah dalam melakukan upaya pencegahan dan mitigasi karhutla dinilai masih harus terus ditingkatkan.
Jumlah titik api (hotspot) kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Barat terus menurun berkat langkah-langkah yang diambil lintas sektoral.
PEMERINTAH memastikan penegakan hukum menjadi instrumen utama dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), seiring meningkatnya potensi kebakaran di berbagai wilayah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved