Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca Badan Penngkajian dan Penerapan Teknologi Jon Arifian mengungkapkan, pada 3 Juli 2021 mendatang pihaknya akan melakukan teknologi modifikasi cuaca (TMC) atau hujan buatan di wilayah Riau.
Hal itu dilakukan mengingat wilayah Riau memiliki banyak lahan gambut yang mudah terbakar atau kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di musim kemarau seperti saat ini.
"Tambahan TMC Riau kami rencanakan mulai 3 Jui 2021. Saat ini persiapannya sudah mulai, mulai dari penyiapan logistik dan koordinasi dukungan peralatan," kata Jon saat dihubungi, Kamis (24/6).
Jon merinci, pihaknya akan mengirimkan sebanyak 8,5 ton NaCl serta pesawat Casa TNI A-2105 untuk melakukan operasi TMC di wilayah Riau dan sekitarnya.
Adapun, ia menyatakan penyemaian akan dilakukan di awan-awan potensial di area gambut rawan kebakaran di sektor timur dan tenggara Riau dan sekitarnya.
"TMC Riau nantinya akan dilakukan sekitar 15 - 20 hari sejak 3 Juli 2021," katanya.
Sebagai informasi, berdasarkan data yang dihimpun dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, selama satu pekan terakhir terdapat 41 titik panas tingkat sedang dan 1 titik panas tingkat tinggi di wilayah Sumatra dan Riau.
Sebelumnya, pada 10 Maret sampai 4 April 2021 BPPT juga telah dilakukan 26 sorti penyemaian awan menggunakan pesawat Casa 212-200 dengan jangkauan hampir seluruh wilayah Provinsi Riau terutama pada area rawan kebakaran di sektor tenggara, timur, timur laut dan utara wilayah Riau.
Jumlah bahan semai yang digunakan berjumlah 20,7 Ton serbuk NaCl.
Adapun, curah hujan yang terpantau melalui satelit TRMM selama periode TMC cukup merata dengan kisaran antara 80-480 mm.
Dari hasil pemantauan satelit MODIS dengan probalitas > 80% selama periode tanggal 29 Maret s.d 4 April 2021 tidak terpantau adanya kejadian hotspot.
"Rata-rata Tinggi Muka Air Tanah (TMAT) pada semua titik pengamatan yang tersebar di beberapa kabupaten di provinsi Riau semuanya menunjukkan kenaikian, yang mana hal ini merupakan indikasi positif terhadap penurunan potensi terjadinya kebakaran lanjutan ke depan," kata Jon beberapa waktu lalu. (Ata/OL-09)
Cuaca panas ekstrem yang melanda Kota Pekanbaru dituding menjadi pemicu utama meningkatnya kerawanan kebakaran di area lahan gambut dan semak belukar.
BMKG deteksi 113 titik panas di Riau per 18 Maret 2026. Bengkalis dan Dumai mendominasi. Simak update pemadaman karhutla oleh tim gabungan BPBD di sini.
KEMENTERIAN Kehutanan (Kemenhut) terus memperkuat upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
REGU pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Manggala Agni terus mengintensifkan upaya pemadaman di sejumlah titik api di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau.
LUAS kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau pada periode Januari-Februari 2026 mencapai 4.400 hektare dan 94% di antaranya berada di lahan gambut (4.173,82 ha).
KABUT asap dilaporkan menyelimuti Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, pada Rabu (11/3) pagi.
Cuaca panas ekstrem yang melanda Kota Pekanbaru dituding menjadi pemicu utama meningkatnya kerawanan kebakaran di area lahan gambut dan semak belukar.
BMKG deteksi 113 titik panas di Riau per 18 Maret 2026. Bengkalis dan Dumai mendominasi. Simak update pemadaman karhutla oleh tim gabungan BPBD di sini.
BALAI Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau bersama aparat terkait dan masyarakat berhasil mengamankan seekor anak Harimau Sumatra (Panthera Tigris Sumatrae).
REGU pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Manggala Agni terus mengintensifkan upaya pemadaman di sejumlah titik api di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau.
Dari sekitar 1.100 ekor di seluruh Sumatra, diperkirakan hanya tersisa 216 ekor di Riau.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca ekstrem di wilayah Riau yang diprediksi berlangsung hingga pukul 13.00 WIB, Jumat (6/3).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved