Headline
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Kumpulan Berita DPR RI
IHSG sesi 1 hari ini akhirnya ditutup menguat 1,21% atau 73 poin ke level 6.139.
Bursa Wall Street AS membuka perdagangan tahun 2021 dengan aksi jual masif yang menyebabkan ketiga indeks utama melemah.
Pada 2020, IHSG sempat mengalami tekanan akibat pandemi covid-19. Namun dalam beberapa pekan terakhir di 2020, IHSG sempat berada di kisaran level 6.000.
Dibuka menguat, IHSG di tengah perjalan penguatan berbalik arah hingga kembali menembus level di bawah 6.000, tepatnya 5.929.
Meski demikian, volatilitas masih sanggup diredam dan kestabilan pasar modal masih terjaga selama masa pandemi.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak cukup agresif pada perdagangan awal pekan ini (28/12) dengan IHSG naik 1,41% ke level 6.093,55.
Pekan lalu IHSG melemah -1,8% secara mingguan dan terkoreksi -0,24% secara harian pada Rabu lalu ke level 6,008. Dan pekan ini diperkirakan IHSG akan menguat.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (28/12) dibuka pada level 6.067 (+0,97%) dari penutupan pekan lalu di level 6.008,71.
Mutasi covid-19 diperkirakan tidak akan berdampak buruk pada efektivitas vaksin sehingga akan meredam kekhawatiran pasar.
Vaksin yang dikembangkan bersama Pfizer Amerika Serikat akan tetap bisa bekerja menghadapi jenis baru virus ini.
Menjelang libur Natal, Pasar Modal Indonesia mencatatkan pergerakan data perdagangan yang cenderung fluktuatif. Peningkatan pada pekan ini hanya terjadi pada rata-rata frekuensi harian.
Pagi ini IHSG perdagangan dibuka pada level 6.061,65 (+0,64%). Kemudian dalam 30 menit pertama, indeks anjlok hingga menyentuh 5.873,62 (-2,48%).
Reshuffle diperkirakan akan diumumkan pada Rabu (23/12) mendatang.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan ini atau Jumat (18/12) kemarin ditutup melemah 0,15% atau 9,06 poin ke level 6.104,32.
"Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun mengalami peningkatan 2,8% dan berada pada level 6.104,324 dari posisi 5.938,329 pada penutupan pekan lalu,
IHSG ditutup melemah diakibatkan aksi profit taking setelah menguat signifikan pada perdagangan sebelumnya.
Pasar menantikan pengumuman BI Rate pada siang ini.
Pada Rabu (16/12) sore, IHSG ditutup menguat 108,27 poin atau 1,8 persen ke posisi 6.118,4.
"Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat saat ini IHSG memiliki peluang bergerak bervariatif dengan potensi melemah terbatas pada level 5.849-5.971,"
Kepala Riset Mega Capital Sekuritas Danny Eugene mengatakan lonjakan Indeks Keyakinan Konsumen di bulan November menjadi 92 dari 79 menjadi katalis positif bagi pasar saham Indonesia.
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved