Selasa 23 Februari 2021, 11:04 WIB

Pergerakan IHSG Masih Ditopang Sentimen Domestik

Fetry Wuryasti | Ekonomi
Pergerakan IHSG Masih Ditopang Sentimen Domestik

Antara
Karyawan memegang kacamata miliknya saat mengamati pergerakan harga saham di Jakarta, Kamis (11/2/2021)

 

Pergerakan IHSG pada awal pekan masih diwarnai dengan tekanan, namun sentimen dari dalam negeri mulai minim. Setelah Bank Indonesia mengumumkan stimulus moneter dan makroprudensial, kali ini pelaku pasar terlihat akan menunggu dampak tersebut pada daya beli yang lebih nyata.

Saat ini stimulus PPnBM untuk kendaraan bermotor di bawah 1500 cc yang rencananya akan disahkan pada awal Maret menjadi sesuatu yang dinantikan oleh pelaku pasar.

"Hal ini seiringan dengan harapan para pelaku pasar terhadap naiknya produktivitas industri otomotif dan juga permintaan terhadap kendaraan baru di akhir kuartal I 2021," kata Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus, Selasa (23/2).

Pengetatan aktivitas yang menjadi prioritas dari pemerintah dalam menangani pandemi dinilai memberikan tekanan pada pelaku usaha yang juga menjadi indikasi terhadap melemahnya pendapatan.

Selain itu, bencana banjir dinilai ikut memberikan tekanan pada perekonomian yang juga memberikan kerugian bagi pelaku bisnis dan juga masyarakat. Sehingga untuk menutupi daya beli dan juga keyakinan pelaku bisnis, tentu stimulus fiskal dari PPnBM tersebut diperlukan guna menjaga daya beli yang berpotensi masih turun di kuartal I akhir.

Namun semua ini masih sesuai seperti yang diperkirakan. Sebab kuartal I-2021 ini masih belum begitu memberikan arti apa-apa terhadap ekspektasi akan pemulihan ekonomi.

"Kami melihat bahwa pemulihan daya beli ini tampaknya tidak semudah yang terlihat, meskipun dengan bertambahnya vaksinasi yang terjadi di masyarakat, mendorong masyarakat untuk mulai melakukan konsumsi," kata Nico.

Tantangannya kini bukan hanya untuk mendorong masyarakat mulai melakukan konsumsi, tapi juga melakukan kredit. Sedangkan pada kenyataan, daya beli masyarakat belum mencapai titik balik.

"Oleh sebab itu kami melihat arah ekonomi secara garis besar akan terlihat pada semester ke 2 nanti setelah lebaran usai. Namun gambaran kecil kebangkitan perekonomian akan terlihat pada kuartal II-2021. Menurut kami selain stimulus yang diberikan, percepatan vaksinasi masih menjadi poin utama saat ini untuk mendorong kenaikan daya beli," kata Nico.

Sentimen positif selanjutnya adalah, pemerintah telah menetapkan daftar positif investasi dan tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal.

Peraturan ini akan berlaku pada tanggal 4 Maret 2021 mendatang dan bertujuan mendorong capital inflow atau arus modal masuk dari investor asing, serta investor dalam negeri. (E-3)

Baca Juga

Antara/Nyoman Hendra Wibowo.

Indonesia belum Dapat Tingkatkan Wisatawan Mancanegara Tahun Ini

👤M Ilham Ramadhan Avisena 🕔Selasa 02 Maret 2021, 17:04 WIB
Untuk mendorong geliat sektor pariwisata Tanah Air, pemerintah akan mengandalkan wisatawan domestik dengan tetap mematuhi protokol...
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Pemerintah Optimis Ekonomi Tahun Ini Tumbuh 5,3%

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Selasa 02 Maret 2021, 17:02 WIB
Perekonomian Indonesia yang didominasi oleh konsumsi domestik menunjukkan tren yang...
AFP

Perekonomian Global Menggeliat, Polusi Kembali Meningkat

👤Adiyanto 🕔Selasa 02 Maret 2021, 16:45 WIB
Setahun yang lalu, badan antarpemerintah meminta semua negara menempatkan energi bersih sebagai prioritas dalam rencana stimulus ekonomi,...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya