Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Jadwal pasang surut laut di perairan utara Jawa Tengah diperkirakan akan kembali datang pada 17-23 Desember mendatang sehingga berpotensi menimbulkan banjir rob di pantura.
Cuaca ekstrem berpotensi di 26 daerah di Jawa Tengah terutama di kawasan pegunungan, dataran tinggi dan Jawa Tengah bagian barat.
BMKG mengimbau masyarakat yang berada di wilayah rawan bencana untuk waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir, kilat, dan angin kencang.
Untuk itu, warga diimbau mewaspadai ancaman banjir rob, gelombang tinggi, serta cuaca ekstrem saat liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025 terutama di daerah rawan bencana.
Kondisi cuaca di perairan Jawa Tengah ini, menurut BMKG, cukup berbahaya untuk aktivitas di laut seperti pelayaran umum, nelayan tangkap.
Cuaca ekstrem berpotensi terjadi antara lain di Cilacap, Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Temanggung, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Mungkid, Magelang, Boyolali, dan Klaten.
CUACA ekstrem yang terjadi di pantura timur Jawa Tengah berdampak bencana hidrometeorologi yakni banjir, longsor, dan angin ribut melanda sejumlah daerah seperti Kudus, Blora, dan Rembang.
Cuaca ekstrem yakni hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir berpotensi terjadi antara lain di daerah Cilacap, Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, dan Purworejo.
Potensi hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir kemungkinan terjadi di Cilacap, Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo dan Mungkid.
Waspada dan antisipasi sedini mungkin ancaman bencana hidrometeorologi, cuaca ekstrem masih akan terjadi di sejumlah daerah di Jawa Tengah hingga tiga hari ke depan.
Warga diimbau mewaspadai ancaman bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir dan angin ribut.
Cuaca di seluruh Jawa Tengah masih akan diguyur hujan ringan-lebat Selasa (26/11). Hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir masih terjadi di belasan daerah.
Gelombang tinggi juga masih terjadi di perairan selatan maupun utara hingga mengakibatkan pelayaran kembali terganggu.
Cuaca ekstrem berpotensi terjadi antara lain di Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Purworejo, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Karanganyar, dan Sragen.
Cuaca ekstrem di Jawa Tengah akibat aktifnya gelombang ekuatorial rossby yang mendukung aktivitas konvektif di utara dan barat Jawa Tengah.
Potensi cuaca ekstrem terjadi antara lain di daerah Cilacap, Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Klaten, dan Sukoharjo.
Cuaca ekstrem berpotensi di puluhan daerah di Jawa Tengah, sehingga BMKG meminta warga dan pemerintah daerah mewaspadai ancaman bencana hidrometeorologi.
BMKG kembali mengingatkan ancaman bencana hidrometeorologi dan banjir rob di sejumlah daerah di Jawa Tengah karena cuaca ekstrem.
Dampak cuaca ekstrem kawasan pegunungan dan dataran tinggi dan Jawa Tengah bagian selatan tersebut, menjadikan potensi bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor dan banjir.
Cuaca ekstrem berpotensi terjadi di Cilacap, Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Klaten, Sukorejo, Wonogiri, Karanganyar dan Sragen.
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved