Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
CUACA ekstrem yakni hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir merata terjadi di hampir seluruh daerah di Jawa Tengah Jumat (6/12), diminta warga waspada ancaman bencana hidrometeorologi, gelombang tinggi dan rob.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jumat (6/12) memberikan peringatan ancaman bencana hidrometeorologi, gelombang tinggi dan rob di Jawa Tengah, potensi cuaca ekstrem terjadi hampir di seluruh daerah memasuki siang, sore dan awal malam dengan waktu yang bervariasi.
Meskipun pada pagi cuaca cerah berawan dan berawan, namun memasuki siang hingga awal malam potensi cuaca ekstrem diperkirakan terjadi di kawasan pegunungan, dataran tinggi, pesisir selatan, Jawa Tengah bagian timur dan Solo Raya., bahkan gelombang tinggi di perairan selatan dan air laut pasang (rob) di perairan utara Jawa Tengah.
"Waspada ancaman bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor banjir dan angin ribut, sebagai dampak cuaca ekstrem melanda hampir semua daerah di Jawa Tengah" kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Risca Maulida.
Berdasarkan pengamatan satelit cuaca Jumat (6/12) pukul 05.30 WIB, menurut Risca Maulida, cuaca ekstrem berpotensi terjadi di Cilacap, Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Temanggung, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Mungkid, Magelang, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar dan Surakarta.
Selain itu potensi cuaca ekstrem, ungkap Risca Maulida, juga di Purwodadi, Blora, Rembang, Pati, Kudus, Jepara, Demak, Ungaran Kendal, Batang, Pemalang, Slawi, Salatiga, Bumiayu dan Ambarawa. "Sedangkan hujan ringan-sedang berpotensi turun di Brebes, Semarang, Pekalongan, Tegal dan Majenang," imbuhnya.
Angin bertiup dari barat laut ke timur dan timur laut ke selatan berkecepatan 3-30 kilometer per jam, demikian Risca Maulida, suhu udara berkisar 19-33 derajat celcius dan kelembaban udara 55-95 persen. Gelombang di perairan utara berkisar 0,75-1,5 meter dan perairan selatan berkisar 1,25-2,5 meter.
Prakiraan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang Retna Swasti Karini secara terpisah mengatakan air laut pasang (rob) masih terjadi di perairan utara Jawa Tengah pada pukul 00.00-04.00 WIB, sehingga diminta warga di pesisir Utara terutama di Demak, Semarang dan Pekalongan mewaspadai ancaman banjir rob.
"Air laut pasang kembali terjadi di Pantura Jawa Tengah dapat berdampak pada aktivitas warga seperti transportasi, bongkar muat barang di pelabuhan, budidaya perikanan darat dan petani garam karena banjir rob," ujar Retna Swasti Karini Jumat (6/12). (H-2)
Bencana banjir dipicu cuaca ekstrem di Kudus dan Patimeluas, di Kabupaten Kudus merendam 8 desa di 4 kecamatan dan Kabupaten Pati merendam dan 59 desa di 15 kecamatan
Cuaca ekstrem menyebabkan gelombang tinggi di perairan selatan mencapai 2,5-4 meter dan di perairan utara Jawa Tengah 1,25-2,5 meter sehingga berisiko terhadap aktivitas pelayaran.
Gelombang tinggi 1,25-2,5 meter juga berlangsung di seluruh perairan di Jawa Tengah Kamis (8/1) cukup berisiko terhadap aktivitas pelayaran.
Gelombang tinggi mereda yakni di perairan utara berkisar 0,5-1,25 meter dan perairan selatan Jawa Tengah 0,5-2,5 meter.
Air laut pasang (rob) di perairan utara Jawa Tengah cukup tinggi mencapai 1,1 meter, juga berdurasi lebih panjang yakni pada pukul 01.00-06.00 WIB.
Daerah di Jawa Tengah berpotensi dilanda cuaca ekstrem, terutana terjadi kawasan pegunungan, dataran tinggi, Jawa Tengah bagian selatan dan tengah.
Di Kabupaten Bintan, daerah yang harus meningkatkan kewaspadaan meliputi Teluk Bintan, Telok Sebong, dan Toapaya.
BMKG memperpanjang status peringatan dini potensi cuaca ekstrem hingga 15 Desember 2024 seiring dengan terus meningkatnya curah hujan di wilayah Jabodetabek.
Potensi hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir kemungkinan terjadi di Cilacap, Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo dan Mungkid.
Dampak cuaca ekstrem kawasan pegunungan dan dataran tinggi dan Jawa Tengah bagian selatan tersebut, menjadikan potensi bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor dan banjir.
Cuaca ekstrem berpotensi terjadi di Cilacap, Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Klaten, Sukorejo, Wonogiri, Karanganyar dan Sragen.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved