Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca ekstrem berpotensi di sejumlah daerah di Jawa Tengah hingga Senin (2/12), diminta warga untuk waspada dan antisipasi dampak bencana hidrometeorologi.
Cuaca ekstrem masih akan melanda sejumlah daerah di Jawa Tengah, BMKG memperkirakan hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir akan berlangsung di sejumlah daerah di Jawa Tengah hingga Senin (2/12) mendatang, sehingga diminta agar warga waspada terhadap ancaman bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir dan angin ribut.
"Waspada dan antisipasi sedini mungkin ancaman bencana hidrometeorologi, cuaca ekstrem masih akan terjadi di sejumlah daerah di Jawa Tengah hingga tiga hari ke depan," kata Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Yoga Sembodo Sabtu (30/11).
Adanya Siklon Tropis Robyn di Samudra Hindia barat daya Sumatera, ungkap Yoga Sembodo, secara langsung tidak menyebabkan wilayah pertemuan masa udara dan belokan angin di Jawa Tengah, namun aktifnya MJO di wilayah Indonesia meningkatan potensi pembentukan awan hujan di wilayah Jawa Tengah.
Kelembaban udara di berbagai ketinggian cenderung basah, lanjut Yoga Sembodo, berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan yang menjulang hingga lapisan atas, maka memunculkan kondisi labilitas udara yang kuat di Jawa Tengah.
Hangatnya suhu permukaan air laut di Laut Jawa dan Samudra Hindia Selatan Jawa, menurut Yoga Sembodo, menunjukkan adanya potensi masa udara penambahan masa uap air yang dapat meningkatkan aktivitas pertumbuhan awan hujan. "Kondisi ini dapat meningkatkan potensi cuaca ekstrem di sejumlah daerah di Jawa Tengah," tambahnya.
Bencana banjir dipicu cuaca ekstrem di Kudus dan Patimeluas, di Kabupaten Kudus merendam 8 desa di 4 kecamatan dan Kabupaten Pati merendam dan 59 desa di 15 kecamatan
Cuaca ekstrem menyebabkan gelombang tinggi di perairan selatan mencapai 2,5-4 meter dan di perairan utara Jawa Tengah 1,25-2,5 meter sehingga berisiko terhadap aktivitas pelayaran.
Gelombang tinggi 1,25-2,5 meter juga berlangsung di seluruh perairan di Jawa Tengah Kamis (8/1) cukup berisiko terhadap aktivitas pelayaran.
Gelombang tinggi mereda yakni di perairan utara berkisar 0,5-1,25 meter dan perairan selatan Jawa Tengah 0,5-2,5 meter.
Air laut pasang (rob) di perairan utara Jawa Tengah cukup tinggi mencapai 1,1 meter, juga berdurasi lebih panjang yakni pada pukul 01.00-06.00 WIB.
Daerah di Jawa Tengah berpotensi dilanda cuaca ekstrem, terutana terjadi kawasan pegunungan, dataran tinggi, Jawa Tengah bagian selatan dan tengah.
Berdasarkan inventarisasi sementara ada 1.253 rumah terdampak dan 225 rumah di antaranya terendam banjir.
Adanya suspect area berupa gangguan tropis terpantau di Samudera Hindia selatan Bali menyebabkan pola belokan angin (konvergensi) di wilayah Jawa Tengah.
Tetap waspada terhadap ancaman bencana hidrometeorologi, karena cuaca ekstrem masih berpotensi di Ungaran dan Wonosobo serta 29 daerah per hari ini 27 Desember 2024.
Cuaca ekstrem yakni hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir berpotensi terjadi antara lain di daerah Cilacap, Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, dan Purworejo.
Potensi hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir kemungkinan terjadi di Cilacap, Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo dan Mungkid.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved