Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
Operasi pasar yang dilakukan oleh Bulog Maumere ini ditujukan kepada semua masyarakat untuk bisa membeli, tidak dikhususkan untuk masyarakat yang kurang mampu atau yang mampu.
Hal tersebut tidak bisa dilakukan lantaran di dalam payung hukum yakni Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 63 Tahun 2017, penyaluran BPNT bisa dilakukan secara bebas oleh siapa saja.
Sejak kebijakan BPNT diberlakukan, penyaluran beras Bulog ke warga miskin turun drastis. Beras yang diserap pada 2017- 2018 rentan turun mutu.
Ia juga menekankan, dibandingkan program bantuan beras sejahtera (rastra), BPNT dinilai lebih tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat.
Perseroan saat ini harus bertanggung jawab kepada banyak instansi pemerintah seperti Kementerian BUMN, Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan dan Kementerian Sosial.
"Ini karena kebijakan pada kepemimpinan menteri pertanian sebelumnya. Bulog dipaksa serap banyak. Akhirnya dapat gabah dan beras yang kualitasnya tidak bagus,"
"Masih ada sekitar satu juta ton beras dari luar negeri. Itu aman, kok. Kondisinya masih baik," ujar Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Tri Wahyudi Saleh
Beras turun mutu tersebut masih tersimpan di gudang Bulog, sambil menunggu instruksi pusat apakah dimusnahkan atau dijual ke industri pengolahan.
"Ini karena kebijakan pada kepemimpinan menteri pertanian sebelumnya. Bulog dipaksa serap banyak. Akhirnya dapat gabah dan beras yang kualitasnya tidak bagus."
Anton mengatakan selama ini Bulog belum pernah memusnahkan stok beras rusak, bahkan ketika ia memimpin Kementan.
Bulog DIY menargetkan penyerapan beras sebesar 89 ribu ton, hingga saat ini baru terkumpul sebanyak 31.619 ton atau sekitar 31%.
Namun, dia memastikan penjualan CBP ke pasar tidak akan membuat harga beras jatuh karena pemerintah akan menyesuaikannya dengan permintaan dan penawaran yang ada.
"Saya minta dibenahi manajamemen pengelolaan cadangan beras penerintah, penumpukan stok beras yang tidak tersalurkan harus jauh-jauh hari kita pikirkan," katanya
Sekretaris Perusahaan Bulog Awaludin Iqbal menjelaskan sebenarnya stok beras yang turun mutu atau kualitas itu bukan dimusnahkan.
Di Bangka saat ini ada 200 lebih e-warung, dan baru 40 persen atau 81 e-warung yang mengambil suplay beras dari Bbulog. Selebihnya masih memilih pasokan dari penyalur beras swasta.
Hal itu tercermin dari z-score perseroan yang berada pada zona distress alias lampu merah dengan nilai 0,93.
Volume tersebut dinilai masih sangat kecil mengingat stok pembuka perseroan pada awal tahun ini mencapai 2,1 juta ton
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan beras sebanyak itu memang sudah tidak layak dikonsumsi manusia namun masih bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak.
PERUM Bulog menghadapi kegamangan menangani persoalan beras turun mutu karena sudah terlalu lama di simpan di dalam gudang.
Banyak beras yang menumpuk di Gudang Buloh mengalami penurunan mutu yang mengakibatkan kurang layak dijual ke pasar.
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved